Alibaba Rilis Qwen3.8-Max, AI 2,4 Triliun Parameter Penantang OpenAI
Alibaba resmi meluncurkan Qwen3.8-Max, model AI 2,4 triliun parameter dengan kemampuan coding otonom, multimodal, dan context window 1 juta token.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslin saat mengunjungi rumah produksi pengolahan ikan laut Siluang Mina Nisa, Monggang, Srihardono, Pundong, Senin (22/1/2024)./ Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Kebutuhan ikan sebagai bahan baku sejumlah industri olahan hasil laut masih kurang. Pasalnya terjadi ketidaksesuaian antara kebutuhan ikan untuk bahan baku dengan jenis ikan yang dibutuhkan.
Hal ini diungkapkan oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih seusai mengunjungi rumah produksi pengolahan ikan laut Siluang Mina Nisa, Monggang, Srihardono, Pundong, Senin (22/1/2024). Padahal, lanjut Halim industri olahan ikan hasil laut saat ini sedang berkembang di Bumi Projotamansari. Khusus di tempat pengolahan ikan laut Siluang Mina Nisa persoalan itu sudah teratasi. Sebab, makanan dari ikan laut yang dihasilkan sudah ada koneksi antara hulu dan hilirnya. “Harapannya dengan hasil tangkapan ikan semakin banyak dan sesuai dengan kebutuhan dari industri olah ikan maka bisa diolah sendiri,” kata Halim.
Baca Juga
Ikan untuk Kebutuhan Protein Terus Didorong, DKP Bantul: Konsumsi Ayam Terlalu Besar
Produksi Ikan Hasil Budi Daya di Sleman Menurun
Produksi Perikanan DIY Belum Dapat Penuhi Kebutuhan Konsumsi Masyarakat
Halim melihat usaha pengolahan ikan Siluang Mina Nisa adalah usaha yang sangat prospektif. Sebab, pasar masih terbuka dan tinggal meningkatkan skala usahanya. “Apa yang dilakukan Siluang Mina Nisa sudah tepat. Bahkan mampu menyerap enam tenaga kerja," lanjut Bupati Halim.
Sementara pemilik industri olahan ikan laut Siluang Mina Nisa, Sudarisman mengakui tidak semua kebutuhan ikan untuk diolah menjadi menu makanan didapatkan dari nelayan Bantul tetapi masih mengandalkan dari pedagang ikan dari luar Bantul.
"Kami tidak bisa mengandalkan ikan hasil tangkapan dari nelayan Bantul, karena sangat kurang. Ikan kita datangkan dari Semarang, Rembang dan bahkan saat ini kita datangkan dari Malang," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alibaba resmi meluncurkan Qwen3.8-Max, model AI 2,4 triliun parameter dengan kemampuan coding otonom, multimodal, dan context window 1 juta token.
Harga minyak dunia turun dinilai menjadi peluang pemerintah membenahi subsidi BBM, memperkuat stok, dan meningkatkan perlindungan masyarakat rentan.
Mendes Yandri Susanto menegaskan isu Kopdes Merah Putih menutup warung kelontong dan melarang berdagang dalam radius 2 kilometer adalah hoaks.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan penggunaan izin usaha perusahaan pergadaian atas nama Perusahaan Perseroan (Persero)
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.