Persiapan Paskah, Gereja Kotabaru Disterilisasi
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Petugas membersihkan mesin penghancur sampah organik untuk diolah menjadi kompos di TPS3R Nitikan, Jogja, belum lama ini. - ist/Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo memastikan 10 paket program strategis pada 2023 tercapai 100%. Sementara untuk tahun ini, setidaknya ada 15 paket program strategis yang akan dikerjakan.
Singgih mengatakan, beberapa dari 15 program strategis itu adalah berkaitan dengan pengelolaan sampah. Hal ini sejalan dengan desentralisasi pengolahan sampah yang targetnya dijalankan pada pertengahan 2024 mendatang.
"Terutama untuk yang penanganan sampah karena ini betul-betul kami harapkan di pertengahan bulan kami sudah menyelesaikan untuk seluruh aktivitas pengolahan sampah di Kota Jogja bisa berjalan," ujarnya.
Singgih mengatakan anggaran dalam rangka optimalisasi pengelolaan sampah terbilang besar. Misalnya saja pada penyiapan lahan di TPA Piyungan.
Pemkot Jogja menganggarkan hingga Rp2,8 miliar. Ini mencakup keperluan renovasi hanggar dan penataan landscape di TPA Piyungan. "Sudah berproses untuk lelang. Semoga nanti tidak ada kendala, lancar, pembangunan bisa segera dilakukan," imbuhnya.
Selain itu, Pemkot Jogja juga mengembangkan kapasitas TPS3R Nitikan dengan anggaran mencapai Rp3,5 miliar. Peningkatan kapasitas juga dilakukan di TPS Karangmiri dengan anggaran Rp5,3 miliar.
Sambil berjalan, TPS3R Nitikan kini sudah mulai mengolah sampah hingga 30 ton per hari dan akan terus ditingkatkan hingga 40 ton per hari. "Proses pengadaan peralatan penunjang pengolahan sampah di TPS3R Karangmiri juga sudah dilakukan sejak akhir tahun lalu. Sehingga penanganan limbah bisa mulai dilakukan meski dengan kapasitas yang masih terbatas," ungkapnya.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Fasilitasi Wifi Gratis Bagi UMKM
Tak hanya soal pengelolaan sampah, beberapa proyek strategis juga dilakukan di antaranya terkait dengan penataan permukiman kumuh di kawasan Pringgokusuman dan Terban dengan masing-masing anggaran Rp2,75 miliar dan Rp3,4 miliar.
Ada juga pembangunan Puskesmas Kraton dengan anggaran Rp5,8 miliar dan Puskesmas Pakualaman dengan anggaran Rp8,3 miliar. " Lalu renovasi RSUD Jogja sebesar Rp20 miliar, hingga pembangunan lanjutan Taman Budaya Embung Giwangan sebesar Rp26,2 miliar," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.