Kasus Jukir Tewas di Monjali Masih Misterius, Polisi Sisir CCTV
Polresta Sleman masih menyelidiki dugaan kasus kecelakaan yang menewaskan seorang juru parkir di Jalan Monjali, Mlati.
Suasana Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Sleman Tahun 2025 di Kantor Bappeda Sleman pada Rabu (24/1/2024)./Istimewa - Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Sleman Tahun 2025 usai digelar. Ada delapan prioritas pembangunan Sleman pada 2025.
Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Dwianta Sudibya mengungkapkan ada delapan prioritas pembangunan yang dicanangkan pada 2025 di Kabupaten Sleman. Delapan prioritas pembangunan itu meliputi pengurangan kemiskinan, memperkuat infrastruktur untuk mengurangi ketimpangan wilayah, hingga memperkuat ketahanan ekonomi.
Selain itu peningkatan kualitas pendidikan dan peningkatan kualitas kesehatan turut masuk dalam prioritas pembangunan Sleman di masa mendatang. Kemudian ada pula peningkatan kualitas pelayanan publik, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan memperkuat nilai budaya yang juga dimasukan dalam daftar prioritas pembangunan Sleman.
Tak hanya menitikberatkan delapan prioritas pembangunan, dalam rapat ini direncanakan captain pendapatan dan PAD Sleman nantinya.
"Kami rencanakan total pendapatan di 2025 sebesar Rp3,2 triliun dan PAD di angka Rp1,260 triliun," kata Dwianta pada Rabu (24/1/2024) di kantor Bappeda Sleman.
Baca Juga
Sayuran Bawa Jogja Menjadi Kota Terbaik dalam Pembangunan Daerah
Pemda DIY Fokus pada Pemerataan Pembangunan dan Pengentasan Kemiskinan di 2024
Tahun Depan, Bantul Fokuskan Pembangunan Perdesaan
Pembangunan Kabupaten Sleman Tahun 2025 mengusung tema Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing untuk Kesejahteraan yang Merata. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang hadir dalam Musrenbang menilai tema pembangunan yang diusung merupakan bentuk respons dan komitmen Pemerinta terhadap situasi terkini. Situasi yang berkembang di masyarakat, terutama kondisi ekonomi dan sosial masyarakat.
"Prioritas pembangunan 2025 telah ditetapkan berdasarkan permasalahan yang kita hadapi dan harus kita selesaikan di tahun 2025 nanti. Meskipun demikian sebenarnya prioritas ini tidak jauh beda dengan prioritas tahun ini," tuturnya.
Isu kemiskinan, mengurangi ketimpangan, maupun upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lanjut Kustini masih menjadi fokus perhatian Pemkab Sleman di tahun 2025. Karenanya perlu kolaborasi serta sinergi dan perbaikan secara menyeluruh dari sektor-sektor terkait. "Harapannya di025 nanti kita dapat menyelesaikan secara bertahap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat menuju Sleman yang lebih maju dan masyarakat yang lebih sejahtera," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman masih menyelidiki dugaan kasus kecelakaan yang menewaskan seorang juru parkir di Jalan Monjali, Mlati.
John Herdman mengevaluasi kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam dan memastikan Marselino Ferdinan absen hingga akhir Piala AFF 2026.
BPJPH dan Uni Eropa membahas kesiapan implementasi Wajib Halal yang mulai berlaku Oktober 2026 serta kepastian regulasi bagi pelaku usaha.
Polres Bantul menyita 1.053 pil sapi dari seorang pemuda di Pandes II, Pleret. Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat.
DIY mengalami deflasi 0,31% pada Juli 2026. BPS menyebut turunnya harga cabai, bawang, dan tomat menjadi penyebab utama.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja cerah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Simak prakiraan cuaca DIY dan kota-kota besar di Indonesia.