Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Seorang warga sedang membuang sampah di depo sementara samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja. /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, UMBULHARJO—Pemkot Jogja masih menyiapkan berbagai sarana untuk mewujudkan desentralisasi pengolahan sampah. Salah satunya adalah penyiapan lahan pinjam pakai milik Pemda DIY di TPA Piyungan.
Kabid Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan lahan itu seluas 2.600 meter persegi. Nantinya, akan ada dua modul pengolahan sampah yang ada di sana.
"Hasilnya, berupa Refuse Derived Fuel atau RDF. Ini pengganti bahan bakar batu bara untuk dipakai membuat semen," kata Haryoko.
BACA JUGA : Pemkab Bantul Fokus Kelola Sampah Melalui Beberapa TPST dan TPS3R
Dia menambahkan, target sampah yang diolah di sana mencapai 20 ton perhari, atau total 40 ton sampah untuk dua modul. Nantinya akan dimaksimalkan dalam dua shift. "Sehingga mampu mengolah 80 ton sampah perhari dan akan bekerja sama dengan salah satu industri semen," katanya.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengatakan di lahan itu masih diperlukan sejumlah perbaikan. Misalnya, pembangunan hanggar. Pembangunan ini bahkan jadi salah satu program strategis Pemkot Jogja pada 2024. "Pemkot Jogja menganggarkan hingga Rp 2,8 milyar," kata Singgih.
Selain itu, Pemkot Jogja juga melakukan pengembangan kapasitas di TPS 3R Nitikan. Saat ini, TPS 3R Nitikan mampu mengolah hingga 30 ton sampah perhari dan akan dimaksimalkan hingga 40 ton perhari. Total anggaran yang disiapkan untuk optimalisasi TPS 3R Nitikan sebesar Rp 3,5 milyar.
"Peningkatan kapasitas juga dilakukan di TPS Karangmiri dengan anggaran Rp 5,3 milyar," ujarnya.
BACA JUGA : Keputusan TPA Piyungan Jadi Ruang Terbuka Hijau Belum Final
Selama TPA Piyungan tutup beberapa waktu ke depan, pihaknya berharap seluruh sarana pengolahan sampah siap digunakan. Sehingga desentralisasi pengolahan sampah bisa terwujud sekitar pertengahan tahun mendatang. "Kalau [TPA Piyungan] ditutup, [desentralisasi] sangat siap di pertengahan tahun," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)