Karies, Kurang Gerak hingga Gangguan Mental Serang Pelajar di Bantul
Dinkes Bantul temukan karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gangguan mental pada pelajar dari hasil skrining CKG 2025-2026.
Peresmian Becak Listrik oleh KGPAA Paku Alam X didampngi oleh Pj Walikota Singgih Raharjo dan pejabat Dinas Perhubungan DIY, Sabtu (23/12/2023). Istimewa\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY bakal mengoperasionalkan penuh becak listrik di kawasan Malioboro pada Februari mendatang. Untuk tahap awal sebanyak 50 becak akan dihibahkan kepada koperasi becak motor (bentor) dengan skema satu becak listrik ditukar dengan dua bentor. Program ini merupakan salah satu upaya menjaga Sumbu Filosofi yang ditetapkan sebagai warisan budaya dunia.
Becak listrik ini dilengkapi dengan fitur pedal assist sehingga gowesan atau kayuhan akan terasa sangat ringan. Setelah pengendara mengayuh pedal sebanyak 1 putaran teknologi listrik pada becak ini akan aktif. Dinamo akan menyala dan membantu menggerakkan roda. Dengan demikian, tukang becak kayuh bisa lebih mudah mengantarkan penumpang.
"Kita punya target Februari bisa jalan, nanti kami pakai mekanisme hibah kepada koperasi yang sudah dibentuk," kata Plh Kepala Dinas Perhubungan DIY Sumariyoto, Sabtu (27/1/2024).
Oyot, sapaannya menyebutkan, sekarang pihaknya tengah menunggu penyusunan proposal dari koperasi bentor. Setelahnya Dinas Perhubungan DIY akan menggodok Peraturan Gubernur sebagai payung hukum kebijakan itu. Pihaknya optimistis program ini akan berjalan optimal sesuai target dan pada Februari nanti bisa dioperasionalkan perdana di kawasan Malioboro Jogja.
BACA JUGA: Becak Kayuh Listrik Resmi Diluncurkan, Beroperasi di Kawasan Sumbu Filosofi Malioboro
"Untuk sementara kami produksi 50 unit dan khusus zona sumbu filosofi nanti kalau maunya sih biar lebih ekslusif jadi kami kerja sama dengan pengelola hotel biar ada pendampingan koperasi-koperasi dengan hotel," jelasnya.
Menurut Oyot, upaya konversi bentor secara keseluruhan ke becak listrik ini sebenarnya belum dikaji secara menyeluruh. Di sisi lain harga becak listrik ini juga terbilang cukup mahal yakni di atas Rp35 juta. Jika bisa setengah harga kemungkinan ada peluang untuk dilakukan konversi bentor secara menyeluruh.
"Memang secara desainnya becak tradisional ke pedal assist yang kita luncurkan kemarin kalau dari pengalaman tukang becak yang kita coba mereka lebih memilih becak wisata itu, itu yang lebih mudah dioperasionalkan," katanya.
Oyot menambahkan, anggota koperasi bentor yang nantinya mendapat hibah becak listrik ini dipilih dengan metode penggalian. Satu becak listrik akan diganti dengan dua bentor. Jadi secara bertahap nanti bentor tidak lagi beroperasi di Malioboro. Tiga koperasi yang berafiliasi dengan Dinas Perhubungan DIY saja yang nantinya akan diberikan hibah.
"Kalau perseorangan tidak bisa, mereka juga sudah coba dan memilih serta bersedia," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul temukan karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gangguan mental pada pelajar dari hasil skrining CKG 2025-2026.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.