11 Bayi Dievakuasi di Rumah Bidan Pakem, Hasil Hubungan Luar Nikah
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
Calon Presiden, Ganjar Pranowo yang menghadiri langsung kampanye akbar Ganjar-Mahfud bertajuk Hajatan Rakyat Jogjakarta di Alun-alun Wates pada Minggu (28/1/2024)/Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO—Calon Presiden, Ganjar Pranowo yang menghadiri langsung kampanye akbar Ganjar-Mahfud bertajuk Hajatan Rakyat Jogjakarta di Alun-alun Wates sempat menyinggung soal kesejahteraan kelompok disabilitas.
Dia menyampaikan sejumlah gagasannya mengenai kesejahteraan kaum disabilitas bila terpilih sebagai presiden.
Menurut Ganjar, secara konsep maupun teori hal tersebut tidak terlalu sulit. Konsepnya dalam perencanaan pembangunan kata Ganjar, tidak ada masyarakat yang ditinggalkan.
"Sebenarnya konsep dan teorinya tidak terlalu sulit. Cerita merencanakan pembangunan dengan No One Left Behind tidak ada yang ditinggalkan termasuk dari kelompok masyarakat penyandang disabilitas," ungkap Ganjar, Minggu (28/1/2024).
Ganjar melanjutkan bila ia diajari jika pemerintah mesti arif untuk menyejahterakan kelompok disabilitas. Menurutnya harus ada tindakan khusus yang tidak bisa disamakan dengan yang lainnya.
BACA JUGA: Puluhan Calon Pekerja Migran Ilegal Dideportasi via YIA Kulonprogo, Begini Modusnya
"Maka perlu mendapat perlakuan khusus, apakah itu akses di dalam mereka bertransportasi, mengevakuasi diri, apalah kemudian akses pada pendidikan, keterampilan, pengembangan diri termasuk akses pada permodalan," ungkapnya.
Beberapa aspek itu yang bakal menjadi perhatian Ganjar dan rekan penyandang disabilitas. "Inilah yang menjadi perhatian kita dan kawan-kawan dari penyandang disabilitas mereka menyampaikan kepada saya atas masukan itu. Masih banyak yang harus dikoreksi," katanya.
Dalam kampanye tersebut sempat menyapa penyandang disabilitas tuna rungu yang ikut hadir dalam acara bertajuk Hajatan Rakyat Jogjakarta tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.