Investasi Sleman Naik hingga Tembus Rp3,6 Triliun, Proyek Tol Jadi Penyebabnya

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 30 Januari 2024 18:37 WIB
Investasi Sleman Naik hingga Tembus Rp3,6 Triliun, Proyek Tol Jadi Penyebabnya

Ilustrasi penggarapan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman Sleman./Istimewa

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Penanaman Modal Pelayanaan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman mencatat sepanjang 2023, investasi yang masuk ke Bumi Sembada mencapai Rp3,64 triliun. Jumlah ini diklaim naik 271% dibandingkan capaian 2022.

Sekretaris DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih mengatakan pertumbuhan investasi di Sleman semakin baik. Hal ini terlihat dari angka yang masuk dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

Sebagai gambaran di 2022, jumlah investasi yang masuk sebesar Rp1.128.000.000.000. Setahun berikutnya angkanya melonjak sangat signifikan menjadi Rp3.647.904.060.000. “Terus meningkat dan lonjakanya di 2023 mencapai 271persen dibandingkan dengan angka investasi pada 2022,” kata Triana, Selasa (30/1/2024).

Dia menjelaskan, investasi yang masuk terdiri dari penanaman modal asing sebanyak Rp235.248.960.000. Adapun penanaman modal dalam negeri senilai Rp3.412.655.100.000.

Menurut Triana, moncernya iklim investasi di Sleman tak lepas adanya proyek strategis nasional pembangunan jalan tol Jogja-Solo maupun Jogja-Bawen. Berdasarkan data, sektor penyumbang terbesar berasal dari transportasi Gudang dan telekomunikasi.

BACA JUGA: Sekda Sleman: Investasi Bertumbuh Diikuti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Meningkat

Selain itu, juga ada dari sektor hotel dan restoran hingga jasa lainnya serta perdagangan dan reparasi. “Kami berharap investasi di Sleman bisa terus ditingkatkan setiap tahunnya. Untuk 2024, kami targetkan penambahan invetasi sebesar Rp1,2 triliun,” ungkapnya.

Triana menambahkan, investasi yang masuk tidak hanya mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, juga membuka sektor lapangan kerja baru.

Ia mencatat dari investasi tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 8.157 orang. Rinciannya, sebanyak 1.018 merupakan tenaga kerja asing dan tenaga kerja dalam negeri sebanyak 7.139 pekerja. “Sama seperti investasi yang masuk, untuk tenaga kerja penyerapannya juga masih didominasi dari dalam negeri,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online