Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Logo Halal - Ist
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan memiliki sertifikat halal.
Sekretaris DKUKMPP Bantul, Husin Bahri menyampaikan kewajiban sertifikasi halal pada produk olahan pangan UMKM didasarkan pada pernyataan mandiri pelaku UMKM atas kehalalan produknya. Meski begitu, menurut Husin, DKUKMPP Bantul berupaya memfasilitasi pelaku UMKM Bantul di sektor olahan pangan agar memiliki sertifikasi tersebut.
“Beberapa upaya atau strategi dari aspek kuantitas, upaya kita melakukan fasilitasi sertifikasi halal bagi UMKM dengan kemampuan yang sesuai daerah kita. Kita dorong kita fasilitasi,” katanya saat ditemui di Kantor DKUKMPP Bantul, Selasa (30/1/2024).
Dia menyampaikan untuk pengajuan sertifikasi halal diperlukan anggaran sekitar Rp4 juta per UMKM. Anggaran tersebut menurutnya mencangkup biaya uji laboratorium produk UMKM hingga pengajuan permohonan sertifikasi tersebut.
Tahun 2023, DKUKMPP Bantul memfasilitasi sertifikasi halal untuk 36 UMKM, sementara tahun 2024 dialokasikan untuk 30 UMKM.
Menurut dia pihaknya selama ini bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mendorong semakin banyak UMKM sektor pangan di Bantul untuk memiliki sertifikasi tersebut.
BACA JUGA: Pelabuhan Gesing Dikebut, Nelayan Minta SPBU Khusus dan Pabrik Es
Pada 2023 menurut dia, ada 150 UMKM yang difasilitasi sertifikasi halal oleh Kementerian Agama Bantul, dan sekitar 300 UMKM yang difasilitasi sertifikasi halal dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah DIY. Selain itu, menurut Hanif, pelaku UMKM juga dapat secara mandiri mengurus sertifikasi tersebut.
“Kami juga melakukan komunikasi, promosi intensif agar UMKM melakukan secara mandiri sertifikasi halal, sehingga tidak tergantung Pemda [Bantul],” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) mewajibkan sertifikasi halal untuk produk makanan, minuman, dan jasa penyembelihan mulai 17 Oktober 2024. Kewajiban ini juga berlaku untuk bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk produk makanan dan minuman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Ukuran sepatu yang sama belum tentu terasa pas. Simak faktor yang membuat ukuran sepatu berbeda meski angka pada label serupa.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.