Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Sekda Sleman Harda Kiswaya saat diarak pendukungnya seusai acara pelapasan untuk masa pensiun dari Pendopo Parasamya Pemkab Sleman menuju rumahnya di Kapanewon Godean. Rabu (31/1/2024). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Acara pelepasan Sekda Sleman Harda Kiswaya sebagai aparatur sipil negara (ASN) berlangsung meriah, Rabu (31/1/2024). Ribuan pendukungnya ikut menghadiri dan mengawal kepulangannya dari Pendopo Parasamya Pemkab Sleman ke rumahnya di Kapanewon Godean.
Acara pelepasan baru dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, tetapi arak-arakan pendukung mulai berkumpul di area Pemkab sejak pukul 08.30 WIB. Para pendukung ini terdiri dari 100 komunitas jip di lereng Merapi, perwakilan Masyarakat dari 17 kapanewon.
Selain itu, juga ada kirab gunungaan dan pasukan bregodo mengiringi kepulangan Harda. “Saya sangat terharu karena setelah bertugas selama 30 tahun sebagai ASN, harus mengakhiri ketugasan sebagai abdi negara,” kata Harda dalam sambutannya dalam acara pelepasan di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Rabu siang.
Menurut dia, Kabupaten Sleman sudah sangat maju. Hal ini tak lepas dari kolaborasi semua pihak mulai dari para pegawai hingga anggota DPRD.
Baca Juga
Harda Kiswaya Masuki Masa Pensiun, Pemkab Sleman Buka Pendaftaran Sekda Baru
Atasi Persoalan Rumah Murah, Pemkab Sleman Akan Fasilitasi Investor
Ditolak Warga, Pemkab Cari Lokasi Lain Penampungan Sampah
Harda pun mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kerja sama yang terjalin selama ini. “Keberhasilan yang sudah diraih merupakan kerja bersama karena tanpa peran dari panjenengan [para pegawai] maka tidak bisa mencapai apa yang telah ditargetkan. Saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf apabila ada kesalahan,” katanya.
Di kesempatan ini, Harda juga mengingatkan akan pentingnya pemkab untuk terus neningkatkan dan menguatkan di sektor pelayanan Masyarakat. “Pelayanan harus lebih diperkuat,” katanya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengucapkan terima kasih atas peran yang dijalankan oleh Harda Wardaya selaku Sekda dan ASN di lingkup Pemkab Sleman. “Saya tidak bisa berucap apa-apa. Sebab, Pak Sekda merupakan teman diskusi dan berpikir untuk kemajuan Sleman,” katanya.
Meski sulit, ia mengaku rela dan melepas Sekda Sleman untuk memasuki masa pensiun dikarenakan sudah menjadi aturan yang harus ditaati. “Tidak ada salahnya yang hadir di sini [acara pelepasan] terus mendoakan beliau diberikan kesehatan kekuatan dan apa yang dicita-citakan bisa tercapai,” katanya.
Ketua Panitia Kirab di acara pelepasan, Kunto Riyadi mengatakan ada sekitar 3.000 pendukung yang mengatarkan Sekda Sleman pensiun dan pulang ke rumahnya. Menurutnya acara sangat meriah karena tidak hanya diiringi oleh pasukan bregodo dan gunungan, tapi juga ada berbagai komunitas yang ikut mengiringi kepulangan ke Godean. “Rute kirab sudah disiapkan dan seluruh pendukung mengantarkan pulang ke rumah dengan selamat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.