Kemensos Libatkan 902 Taruna TNI dan Akpol untuk Sekolah Rakyat
Kemensos menerjunkan 902 taruna Akademi TNI dan Akpol mendampingi siswa Sekolah Rakyat saat MPLS untuk memperkuat karakter dan disiplin.
Petugas menggunakan alat RTK untuk memastikan titik lahan bakal proyek pembangunan jalan tol Jogja-YIA di Padukuhan Rajek Lor, Tirtoadi, Mlati, Sleman. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogjacom, JOGJA—Proses pembebasan lahan tol Jogja-Solo-Kulonprogo atau populer dengan tol Jogja-YIA terus dikebut. Saat ini telah memasuki tahapan appraisal atau penilaian tanah dan bangunan pada lahan terdampak pembangunan tol tersebut.
Jalan tol Jogja-YIA akan melewatu sebanyak 30 desa pada tiga kabupaten di wilayah DIY. Tol ini juga dilengkapi dengan empat simpang susun sebagai tempat keluar masuk para pengguna tol dari dan menuju jalan konvensional.
Pejabat Pembuat Komitmen Tol Jogja-Solo Dian Ardiansyah mengatakan saat ini proses menuju pembebasan lahan terus berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan. Setidaknya sudah ada tiga desa yang telah tuntas indentifikasi dan verifikasi dokumen kepemilikan tanah sehingga memasuki tahap appraisal.
"Kami appraisal berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi dari P2T [panitian pengadaan tanah] yang sudah selesai. Sejauh ini yang sudah selesai [identifikasi dan inventarisasi itu [di kecamatan Moyudan Sleman] Kalurahan Sidokarto, Sidomulyo dan Sumberrahayu. Semuanya kami proses pengadaan appraisal," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (5/2/2024).
Di wilayah Sleman ada empat kecamatan terdampak dengan 10 desa, terdiri atas Tirtoadi 11 bidang, Trihanggo 61 bidang, Nogotirto 127 bidang, Banyuraden 254 bidang, Ambarketawang 427 bidang, Balecatur 364 bidang, Sidoarum 78 bidang, Sidokarto 55 bidang, Sumberrahayu 359 bidang.
Adapun wilayah Bantul berada di kecamatan Sedayu ada di desa Argomulyo 491 bidang dan Argosari sebanyak 172 bidang. Sedangkan di Kulonprogo tol Jogja-YIA akan melewati Sembilan kecamatan. Terdiri atas Hargimulyo 244 bidang, Karangsari 385 bidang, Sendangsari 171 bidang, Pengasih 286 bidang dan Wates sebanyak 71 bidang.
Kemudian Donomulyo 36 bidang, Kaliagung 225 bidang, Hargorejo 132 bidang, Temonwetan 137 bidang, Kaligintung 115 bidang dan Kulur 141 bidang. Selanjut desa terdampak lainnya di Kulonprogo adalah Kebonrejo 361 bidang, Temonkulon 21 bidang, Sindutan 23 bidang, Karangwuluh 19 bidang, Janten 141 bidang, Palihan 79 bidang dan Banguncipto sebanyak 503 bidang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemensos menerjunkan 902 taruna Akademi TNI dan Akpol mendampingi siswa Sekolah Rakyat saat MPLS untuk memperkuat karakter dan disiplin.
Rupiah menguat ke Rp17.997 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, didorong perbaikan PMI manufaktur Indonesia dan sentimen global.
DPRD DIY menilai stigma sekolah bermutu dan faktor biaya pendidikan menjadi penyebab sekolah kekurangan murid, bukan semata sistem zonasi.
Australia mengonfirmasi kematian massal satwa liar pertama akibat flu burung H5. Hingga kini tercatat 74 kasus, tetapi belum menyerang sektor unggas.
BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 94W yang berpotensi memicu hujan lebat dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia pada 3-6 Agustus 2026.
Ratih Handayani kembali ke kampung halamannya untuk mengemban amanah sebagai General Manager Garrya Bianti Yogyakarta.