Pecah Sunyi Hadir di Kembaran, Seni Rupa Dekatkan Seniman dan Warga
Pameran Pecah Sunyi di Dusun Kembaran, Bantul, menghadirkan seni rupa ke tengah warga sekaligus membuka ruang edukasi dan dialog budaya di desa.
Ponsel pintar, aplikasi ponsel ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Untuk kesekian kalinya, beredar nomor Whatsapp yang mengaku sebagai anggota DPRD Bantul dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Suradal.
Lewat nomor itu, pelaku yang belum diketahui identitasnya menawarkan kredit kendaraan mobil dan motor dengan cicilan jangka waktu 1-5 tahun dengan bunga 0%.
Tak hanya itu, pelaku pun mendaku bahwa harga kendaraan tersebut adalah 30%-40% lebih murah dari harga yang ditawarkan showroom.
Saat dikonfirmasi melalui telepon, Suradal mengaku telah mengetahui mengenai kejadian tersebut. Dia menduga kejadian tersebut terkait dengan pencalonannya kembali menjadi anggota DPRD Bantul pada Pemilu tahun ini.
“Hari ini [mengetahui nomornya digunakan orang tidak dikenal]. Saya kepentingan baru nyaleg, kan biasa orang pada nggunakake aku, njatuhke saya, disebarluaskan,” ujarnya.
Dia mengaku mengetahui mengenai kejadian tersebut dari beberapa orang kenalannya yang langsung menghubunginya pagi tadi. Dia mengaku tidak terlalu menggubris kejadian tersebut, karena menurutnya foto profil yang digunakan berbeda dengan nomor aslinya.
Dia mengaku sebelumnya pernah ada aksi serupa yang tertuju padanya. “Dulu pernah, lali waktune [waktu kejadian], ponsel [Suradal] tertinggal di pesawat Citilink,” ujarnya.
Dia pun berharap tidak ada korban dari aksi tersebut. “Semoga saja tidak ada, sekarang kan modus seperti itu sudah biasa,” ujarnya.
Salah satu orang yang dihubungi oleh nomor tidak dikenal tersebut, Muji Nugroho, mengaku sempat dihubungi sekitar pukul 08.45 WIB. “Kebetulan pas mau persiapan berangkat kerja ada WA, lihat foto profil berikut nama Suradal. Kebetulan di ponsel sekarang tidak menyimpan lagi nomor Pak Suradal. Aku balas seperti biasa,” katanya.
BACA JUGA: Nomor WhatsApp Bupati Sleman Diretas
Sambil membalas percakapan tersebut, dia mengaku sempat melakukan screenshot percakapan tersebut. Kemudian dia menanyakan nomor Pak Suradal ke salah satu temannya di Bantul. “Komunikasi lewat chat berlanjut, sambil menunggu jawaban teman di Bantul. Begitu isi chat menawarkan kendaraan, aku sudah curiga. Terus aku biarkan saja chat itu,” katanya.
Mantan wartawan salah satu media massa nasional itu mengaku berkomunikasi terakhir sejak sekitar 2019 lalu saat dia masih bertugas di Bantul. Dia pun mengaku sempat mendapatkan modus serupa sebelumnya.
“Kebetulan beberapa bulan yang lalu aku juga pernah dapat Whatsapp yang sejenis, memakai foto dan nama teman wartawan di Kediri. Sama seperti kasus yang mencatut nama pak Suradal, aku langsung crosscheck ke teman untuk memastikan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pameran Pecah Sunyi di Dusun Kembaran, Bantul, menghadirkan seni rupa ke tengah warga sekaligus membuka ruang edukasi dan dialog budaya di desa.
Animaccord membantah tuduhan bahwa Masha and the Bear menjadi alat propaganda Rusia. Studio menegaskan serial itu hanya mengusung nilai persahabatan dan imajina
Maroko lebih diunggulkan menghadapi Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat pengalaman, organisasi permainan, dan performa konsisten.
Pelaku usaha pigura di Sleman tertekan akibat kenaikan harga kaca dan kayu hingga 40 persen. Di saat yang sama, penjualan dilaporkan turun hingga 50 persen.
Petisi online yang menargetkan Sarwendah menjadi viral dan memicu perdebatan di media sosial. Puluhan ribu dukungan diklaim telah terkumpul.
Manuel Neuer dan Riyad Mahrez resmi pensiun dari tim nasional usai Piala Dunia 2026, menandai berakhirnya era dua legenda sepak bola dunia.