Arca Dewa Kekayaan di Pantai Baron Segera Jadi Cagar Budaya Baru
Arca diduga Kuwera atau Jambhala di Gua Songobranti, Pantai Baron, segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, SLEMAN—Praktik politik uang di Pemilu 2024 disinyalir masih marak. Berbagai istilah pun dipergunakan untuk memberikan uang guna memengaruhi hak pilih pada saat pencoblosan.
Salah seorang warga Maguwoharjo, Depok yang enggan disebutkan namanya mengatakan praktik politik uang ini masih ada dan ini terjadi di wilayah tempatnya tinggal. Hingga sekarang, dia mengakui ada caleg yang menjalin komunikasi secara intens untuk meraih dukungan suara dari Masyarakat.
Menurutnya, sudah ada upaya pendataan dari masing-masing timses terhadap warga yang diprediksi akan memberikan dukungan. Untuk memastikan hak pilih ini, warga diiming-imingi dengan imbalan uang. “Uang ini ada istilahnya. Pertalite untuk pemberian uang Rp50.000 sedangkan pertamax untuk uang Rp100.000,” katanya, Selasa (6/2/2024).
Meski demikian, dia mengakui uang sogokkan ini belum diberikan ke warga. Untuk sementara baru sebatas didata dan uang bakal diberikan beberapa hari sebelum pencolosan. “Baru didata dan warga yang telah terdata baru dikasih sticker. Nanti, dua atau tiga haris sebelum pencoblosan uang akan diberikan ke warga,” katanya.
Dia menambahkan, pemberian tersebut tak hanya dalam bentuk uang. Pasalnya, juga ada caleg yang menjanjikan pemberian paket sembako ke warga. “Caranya sama dengan pemberian uang. Tujuannya, agar memilih sehingga calon yang bersangkutan meraup suara sebanyak-banyaknya untuk memuluskan langkah menjadi wakil rakyat di tingkat kabupaten,” katanya.
BACA JUGA: Politik Bitingan Marak di Bantul, Uang yang Dibagikan Berkisar Rp100 Ribu-Rp200 Ribu
Meski praktik politik uang masih marak, tetapi ada segelintir warga yang berkeyakinan terhadap hak pilihnya masing-masing. Salah satunya disuarakan oleh Daryono, salah seorang warga Donoharjo, Ngaglik.
Menurut dia, tidak begitu memedulikan kampanye dikarenakan lebih fokus bekerja. “Saya tidak mengikuti karena sibuk bekerja,” katanya.
Meski demikian, dia mengakui tetap akan menggunakan hak pilihnya di pemilihan pada 14 Februari mendatang. “Pilpres sudah ada pilihannya dan coblosan berdasarkan apa yang saya Yakini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arca diduga Kuwera atau Jambhala di Gua Songobranti, Pantai Baron, segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul.
Mesir lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Australia 4-2 lewat adu penalti berkat strategi analisis video kiper lawan.
Pengendara motor berusia 70 tahun meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan mobil di Jalan Jogja-Solo Km 10,5 wilayah Berbah, Sleman.
Argentina mengalahkan Cape Verde 3-2 lewat perpanjangan waktu dan lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Messi kembali mencetak gol ketujuhnya di turnamen.
Sering mengantuk saat bekerja? Ketahui penyebabnya dan 11 cara efektif mengusir kantuk agar tetap fokus, produktif, dan aman selama beraktivitas.
Swedia menjadi pemilik paspor terkuat dunia 2026 versi Global Passport Index. Indonesia berada di peringkat 119 dari 197 negara.