Tingkatkan Budaya Baca, Festival Literasi Gunungkidul 2026 Resmi Digelar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Foto Ilustrasi. Siswa memasukkan surat suara saat mengikuti rangkaian simulasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (23/2/2023). Antara/Asprilla Dwi Adha
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman tidak ingin peristiwa pemungutan suara ulang (PSU) di Pemilu 2019 terulang lagi di pemilihan kali ini. Oleh karenanya, petugas KPPS diminta benar-benar cermat dalam bertugas, terutama menyangkut pemilih yang menggunakan KTP-el untuk mencoblos.
Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi mengatakan, lima tahun lalu, ada empat TPS yang melakukan PSU. TPS ini di antaranya Kalurahan Caturtunggal, Depok; Tamanmartani dan Purwomartani di Kapanewon Kalasan.
“Ini harus jadi pelajaran sehingga tidak terjadi lagi di Pemilu 2024,” kata Baehaqi, Selasa (13/2/2024).
Ia menjelaskan, PSU dilakukan karena ada pemilih dari luar daerah difasilitasi memilih menggunakan KTP-el. Sesuai dengan ketentuan, hal ini melanggar karena fasilitasi untuk pemilihan menggunakan KTP-el hanya dilayanai untuk warga sesuai dengan domisili.
“Memilih menggunaka KTP-el bisa, tapi syaratnya harus sesuai dengan lokasi domisili di kartu tanda penduduk ini. Tapi, di pemilu 2019, ada TPS yang memberikan fasilitas pemilih dari KTP-el dari luar daerah diperbolehkan mencoblos sehingga KPU memutuskan pemilihan diulang,” katanya.
Ia berharap kejadian di 2019 tidak terulang. Untuk mengantisipasinya, petugas KPPS harus benar-benar cermat dan teliti dalam menjalankan tugasnya.
Salah satu fokus yang harus diperhatikan adalam penggunaan KTP-el untuk memilih. Sama seperti di penyelenggaraan di 2024, warga setempat belum terdata dalam daftar pemilih, masih bisa menggunakan hak pilihnya dengan membawa KTP.
“Agar lancar dalam menjalankan tugasnya, kami sudah memberikan bimtek kepada petugas KPPS,” katanya.
Terpisah, Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan, optimalisasi pengawasan pada saat coblosan akan terus dilakukan. Pengawas TPS diharapkan benar-benar menjalankan tugasnya secara berintegritas dan professional.
BACA JUGA: KPU DIY Memastikan Aplikasi Sirekap Optimal Digunakan di Pemilu Mendatang
“Kami sudah berikan bimtek tiga kali untuk pengawas TPS. Harapannya sudah mengetahui segala ketugasan yang dimiliki sehingga dapat mengawasi jalannya pemilihan dengan baik dan benar,” katanya.
Disinggung mengenai adanya pemilihan ulang di 2019, Arjuna mengakuinya. Ia pun berharap kejadian tersebut tak terulang di Pemilu 2024.
“Ya kalau ada PSU, maka yang rugi tidak hanya penyelenggara, tapi masyarakat maupun peserta pemilu juga ikut terdampak. Jadi, kami meminta petugas KPPS benar-benar menjalankan tugasnya sesuai dengan pedoman teknis yang dimiliki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Jejak erupsi masa lalu membantu memahami pola aktivitas gunung api dan menjadi data pendukung mitigasi serta penyusunan peta KRB.
Jalan Solok-Padang di Arosuka tertutup material banjir bandang. Pengendara sementara diarahkan menggunakan jalur alternatif via Padang Panjang.
Pameran arsip UIN Sunan Kalijaga menelusuri jejak PTAIN 1951–1961, dari foto hingga dokumen Pakualaman.
Cole Palmer, Marcus Rashford, dan Declan Rice absen dari timnas Inggris di Nations League karena kebugaran dan cedera.
Dugaan pungli food truck di Alkid masuk tahap baru. Aipda S ditetapkan sebagai terduga pelanggar dan menjalani pemeriksaan Propam.