Cara Mengetahui KTP Dipakai Pinjol Ilegal
KTP dicatut untuk pinjol ilegal bisa merusak skor kredit. Simak cara cek penggunaan NIK secara gratis melalui iDebku OJK dan langkah yang harus dilakukan jika m
Pemungutan Suara - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Bantul optimistis tingkat partispasi masyarakat pada Pemilu 2024 meningkat dibandingkan Pemilu 2019. Hal ini menyusul pantauan dari KPU dan Bawaslu Bantul ke beberapa TPS saat pencoblosan, Rabu (14/2/2024).
Ketua KPU Bantul Joko Santosa mengungkapkan belum bisa mengetahui secara detail besaran partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024. Alasannya, banyak anggota KPPS yang kelelahan dan belum mengunggah data ke aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).
"Hanya dari beberapa sampling saya turun itu, partisipasi di angka 83 persen. Saya optimistis meningkat. Kemarin di 2019 kan 80,3 persen," kata Joko, Kamis (15/2/2024).
Menurut Joko, pihaknya juga belum bisa memastikan peningkatan partisipasi masyarakat itu dikarenakan sosialisasi masif yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu agar masyarakat menggunakan hak pilihnya.
"Tapi, kami yakin yang jelas angka partisipasi masyarakat kali ini meningkat. Dari sampling yang ada, katakan DPT 260 yang tidak datang 6," ungkap Joko.
Baca Juga
Pemilu 2024 di Bantul Berjalan Aman dan Kondusif, Kapolres Minta Warga Mempertahankannya
Bawaslu Belum Temukan Potensi PSU di Bantul saat Pemilu 2024
KPU Bantul Klaim Permilu 2024 Lancar Meski Beberapa TPS kekurangan Surat Suara
Optimisme juga diungkapkan oleh Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Bawaslu Bantul Dewi Nurhasanah. Dewi mengungkapkan, berdasarkan sampling yang dilakukan di beberapa TPS, ada peningkatan partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024.
"Kalau dari TPS yang kita awasi kemarin. DPT itu hampir 80 persen itu sudah mencoblos. Hanya ada beberapa di daftar hadir tidak mencoblos karena berbagai alasan dan itu pun jumlahnya sedikit," terang Dewi.
Menurut Dewi, untuk partisipasi masyarakat di TPS lokasi khusus, utamanya yang ada di kampus memang cukup berbeda. Sebab, di kampus, mahasiswa lebih mobile sehingga partisipasinya tidak sama dengan di Panti Wreda atau pesantren. "Sebagai contoh saya kemarin awasi di Loksus Binbaz itu hampir 100 persen nyoblos," terang Dewi.
Sementara Ketua Bawaslu Bantul Didik Joko Nugroho mengungkapkan berdasarkan pantauan yang dilakukan dirinya ke TPS lokasi khusus, ada masyarakat yang memiliki antusiasme tinggi di beberapa TPS lokasi khusus. Namun ada juga yang antusiasme yang tidak tinggi.
"Untuk basis asrama dan pondok pesantren memang antusiasmenya tinggi. Untuk UMY, memang dari jumlah DPT lokasi khusus, itu belum maksimal," terang Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KTP dicatut untuk pinjol ilegal bisa merusak skor kredit. Simak cara cek penggunaan NIK secara gratis melalui iDebku OJK dan langkah yang harus dilakukan jika m
Nasirun meninggalkan warisan besar bagi seni rupa Indonesia. Dari kritik sosial era 1990-an hingga eksplorasi memorabilia pada 2025, karya-karyanya menjadi cerm
OpenAI memangkas harga GPT-5.6 Luna hingga 80 persen dan Terra 20 persen untuk menghadapi persaingan model AI murah dari China seperti DeepSeek dan Z.ai.
Persija Jakarta lolos semifinal Piala Presiden 2026 usai bantai PSMS 4-1. Gol Arlyansyah, Dethan, Agi, dan Gustavo. Simak ringkasannya.
Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: pelatih Vietnam tuntut dua striker Brasil bangkit. Dukungan penuh suporter di Pakansari.
Pemkab Bantul mulai menyalurkan bantuan seragam gratis untuk siswa baru SD, SMP, MI, dan MTs pada awal hingga pertengahan Agustus 2026. Total anggaran mencapai