Kebakaran Lahan Melonjak di Bantul Petugas Temukan Pola Berulang
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan memberikan keterangan kepada wartawan tentang penerapan smart city fi wilayah setempat, Sabtu (24/2/2024. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendukung langkah Polri yang akan mengembangkan program smart city berbasis algoritma road safety atau keselamatan lalu lintas. Program ini diharapkan turut menjadi solusi mengatur lalu lintas khususnya ketika tol di DIY, khususnya Jogja-Solo dan tol Jogja-Bawen beroperasi
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku siap berkolaborasi dengan Polri untuk pengembangan smart city tersebut. Pihaknya akan berupaya membangun afiliasi dengan lembaga-lembaga lain termasuk Polri untuk mendukung keberhasilan smart city.
BACA JUGA : Pembangunan Tol Jogja-Bawen Dilanjutkan 6 Seksi, Ini Rincian Jalurnya
HB X mengatakan Jogja butuh penanganan lebih terkait lalu lintas terutama ketika tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen beroperasi. “Smart city ini dibutuhkan oleh banyak pihak, himpunan-himpunan, kampus, mall, toko dan sebagainya juga untuk mengatur penyelenggaraan layanan lalu lintas. Jogja memang bukan kota metropolitan, tapi nanti tol [Jogja-Solo dan Jogja-Bawen] sudah selesai, pasti perlu penanganan lebih, agar lalu lintas tidak makin crowded [macet],” jelas Sultan, Sabtu (24/2/2024).
Sultan mengatakan, melalui smart city yang nantinya juga terintegrasi dengan smart province ini pemerintah dapat mengatur bagaimana keamanan dan kenyamanan lalu lintas. Inovasi itu juga dapat memetakan bagaimana kepadatan lalu lintas serta menangani potensi kejahatan.
Sultan juga menambahkan, DIY lebih dari siap untuk saling bersinergi dengan program Polri tersebut. Saat ini DIY sedang mengembangkan pemasangan kabel optik hingga ke pelosok kalurahan guna mendukung kebutuhan koneksi internet. Hal ini sebagai antisipasi tower BTS yang dapat tumbang karena faktor alam.
“Peristiwa 2010 [erupsi Merapi] banyak menara BTS yang runtuh terbakar, hingga HP tidak berfungsi. Sehingga maunya memudahkan untuk pertolongan jadi tidak bisa. Kami coba cari alternatif dengan kabel optik ini siapa tahu kalau ada bencana, kabel ini tidak rusak, masih ada pilihan untuk pertolongan bisa lebih cepat,” kata Sultan.
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan menyebut, pembangunan smart city berbasis Algoritma Road Safety bertujuan untuk keselamatan berlalu lintas di jalan. Polri dan Pemda DIY sudah sepakat untuk saling mendukung program tersebut.
“Di DIY ada Smart Province, ini nanti akan berkolaborasi dengan smart city yang berbasis road safety ini. Beliau [Sultan HB X] mendukung kolaborasi untuk membangun Yogyakarta yang pintar. Kami akan memanfaatkan ini untuk membangun efisiensi yang sudah ada di Jogja,” kata Aan.
Program Polri khususnya Polantas ini memang diinisiasi untuk mendapatkan data terkait dengan kelancaran lalu lintas di Jogja. Nantinya apabila sudah berjalan, kota-kota lain akan mereplika teknologi itu. Program ini akan dapat menghitung kapan harus melakukan rekayasa lalu lintas dengan algoritma yang ada. Misalnya, pembangunan flyover, durasi traffic light, jumlah kendaraan pada ruas-ruas jalan tertentu.
“Ini juga untuk memetakan keamanan secara keseluruhan dari kepolisian. Dengan banyaknya informasi yang kita dapat ini, bisa berkontribusi untuk mengamankan Jogja. Untuk proyeksi tingkat keberhasilan, dengan Ngarso Dalem yang sudah mendukung kegiatan, Insya Allah bisa kita maksimalkan hasilnya. Yang terpenting kolaborasi, sehingga pemanfaatannya bisa untuk Polri, untuk provinsi dan untuk masyarakat tentunya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.