Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi kondisi Kali Belik./Harianjogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Saat hujan deras pada Minggu (25/2/2024) lalu, genangan air terjadi di sejumlah titik di Kota Jogja.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Agus Tri Haryono menuturkan terjadinya genangan di Kota Jogja disebabkan selain curah hujan tinggi, juga masih banyak saluran air hujan (SAH) eksisting yang lama yang belum disesuaikan dengan perkembangan lahan di Kota Jogja
“Perkembangan lahan di Kota Jogja sangat masif, sehingga perlu memperhitungan sekala kawasan. Kedua, sedimentasi drainase sehingga air tidak lancar. Ini perlu pembersihan, perlu pelumpuran, mungkin secara periodik berapa bulan sekali. Ketiga kondisi topografi daerah yang ada pada cekungan, sehingga kesulitan mengalirkan limpasan ke sungai,” ujarnya.
Dalam jaringan drainase, Kota Jogja menerapkan low impact development atau drainase lestari, dengan ditunjang infrastruktur pendukung seperti embung, ruang terbuka hijau dan sumur resapan. “Jalur drainase setiap 10 meter ada SPAH [Sistem Pemanfaatan Air Hujan]. Diameter 80 cm, menggunakan bis beton kedaplaman 2-4 meter,” katanya.
BACA JUGA: Diguyur Hujan Deras sejak Siang, Sejumlah Titik di Solo Tergenang Air
Untuk menjaga fungsi drainase, pihaknya berkoordinasi dengan UPT Limbah dan Bidang Permukiman agar jangan sampai air limbah dimasukkan ke drainase. “Penertiban dilakukan Satpol PP. Seperti kemaren di kawasan tugu, saluran diisi dengan yang bukan semestinya,” ungkapnya.
Disamping itu, pemeliharaan rutin dan incidental juga terus dilakukan untuk mempertahankan keandalan drainase. “Layanan drainase, pemeliharaan, pelumpuran, perbaikan rutin, rehabilitasi SPAH dan SAH, insidentil kita lakukan perbaikan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah penerbangan Lampung-Jakarta dibatalkan dan ditunda di Bandara Radin Inten II.
Gunung Anak Krakatau masih erupsi dan berstatus Level III Siaga. Pangdam XXI/Radin Inten mengimbau warga Lampung tetap tenang dan waspada.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Minggu 6 September 2026, turun. Cek harga jual dan buyback lengkap.
Pemkot Bandar Lampung menyemprot sejumlah jalan protokol yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak Sabtu.
Bitcoin tertahan di kisaran US$78.000 setelah gagal bertahan di US$80.000. Pasar menanti arus ETF dan arah kebijakan The Fed.