Operasi Patuh Progo 2026 Dimulai, 12 Pelanggaran Jadi Sasaran
Polda DIY menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November dengan sasaran 12 pelanggaran lalu lintas prioritas.
Foto Ilustrasi Para pemain PSS Sleman menjalani latihan fisik untuk menghadapi kompetisi BRI Liga 1-2023/24 akan segera bergulir, Minggu (4/2/2024). - ist/PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Berebut poin untuk menjauhi zona degradasi, laga PSS Sleman melawan Persita bakal krusial untuk kedua tim. Bermain di Stadion Manahan Solo sebagai kandang sementara PSS Sleman, kedua tim langsung menurunkan 11 pemain terbaiknya sejak awal laga.
Kubu Super Elang Jawa kembali bermain dengan dua ujung tombak dalam laga yang digelar pada Selasa (27/2/2024) sore ini. Duet Hokky Caraka dan Ajak Riak kembali diturunkan sejak awal laga. Dalam laga sebelumnya, duet ini berhasil menyumbang maisng-masing satu gol untuk Super Elja.
Di lini sayap, Pelatih Kepala PSS Sleman, Risto Vidakovic juga menurunkan kombinasi yang sama Elvis Kamsoba dan Ricky Cawor. Cawor bahkan mencetak brace di laga terakhir menghadapi Bhayangkara FC. Sementara Elvis berperan dalam sejumlah gol PSS di laga sebelumnya.
Di lini tengah sendiri ada perubahan di kubu PSS Sleman, Risto memasukan Kim Kurniawan sebagai starting lane up bersama Esteban Vizcarra. Sedangkan di lini belakang, Risto menerjunkan duet palang pintu Thales Lira, Nur Diansyah, Ibrahim Sanjaya dan Abduh Lestaluhu.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Risto Vidakovic menegaskan bila timnya siap menjalani laga ini. Namun mulai dari sekarang, setiap laga menjadi penting bagi PSS Sleman hingga akhir musim nanti. Mengingat jarak antar tim di zona degradasi begitu berdekatan.
"Besok adalah pertandingan sulit bagi PSS mungkin sampai akhir musim karena jarak antar tim papan bawah maupun papan atas cukup berdekatan," kata Risto, Senin (25/2/2024) malam.
BACA JUGA: Program Makan Siang Gratis Rp15 Ribu per Anak, Menkes: Kalau di Jogja ya Cukup
Di tabel klasemen, Persita tengah berada di jurang degradasi bersama Persikabo dan Bhayangkara FC. Persita berada di posisi 16 klasemen dengan torehan 27 poin hasil dari tujuh kemenangan, enam kali imbang dan 12 kali kalah.
Sementara PSS Sleman berada dua peringkat di atas Persita yakni di posisi 14 klasemen dengan mengemas 30 poin hasil dari tujuh kali menang, sembilan kali imbang dan sembilan kali kalah. Dengan kata lain, selisih poin dari kedua tim hanya terpaut tiga angka saja.
Persita sendiri di mata Risto merupakan tim yang bagus. Mereka juga punya sejumlah pemain yang penting dalam permainan. "Persita adalah tim yang bagus, mereka memiliki beberapa pemain bagus," ungkapnya.
Sementara dari segi head to head, baik PSS Sleman maupun Persita saling mengalahkan. Dari lima pertandingan terakhir PSS berhasil mencuri dua kemenangan, begitu pun Persita yang juga menang dua kali dari Super Elja. Sedangkan laga sisanya berkahir imbang tanpa gol.
Susunan Pemain PSS Sleman VS Persita
PSS Sleman (4-4-1-1)
Pinthus; Abduh, Thales, Nurdiansyah, Sanjaya; Kim, Vizcarra, Elvis, Cawor, Hokky, Ajak
Pelatih: Risto Vidakovic
Persita (4-4-2)
Ajie; Rontini, Javlon, Toha, Jardel; Ichsan, Sin Yeong, Esal, Irsyad; Vital, Fergonzi
Pelatih: Divaldo Alves
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November dengan sasaran 12 pelanggaran lalu lintas prioritas.
Iran menegaskan kendali atas Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Teluk Oman serta memperingatkan kapal yang melintas di luar jalur yang ditetapkan.
DPRD Kota Jogja meminta anggaran 2027 memprioritaskan kebutuhan masyarakat di tengah penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
SKK Migas menyebut UEA akan mengirim hingga 30 juta barel minyak ke Indonesia tanpa biaya, termasuk modal kerja dan biaya kapal.
OJK membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital untuk mencegah penipuan serta mengembangkan potensi.
Sri Sultan HB X mendorong pelatihan kerja berbasis potensi kalurahan untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan peluang usaha warga DIY.