Bantul Targetkan 10 Koperasi Merah Putih Beroperasi Agustus 2026
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Ilustrasi banjir/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Banjir merendam sejumlah titik vital di area perkotaan Jogja dan Sleman. Keberadaan drainase yang sudah tidak seimbang dengan pembangunan lingkungan diduga menjadi penyebab utama. Akibatnya drainase selain tumpat juga tidak mampu menampung air.
"Sudah kami cek itu memang ada gorong-gorong yang krosing dan dimensinya memang kecil sehingga petugas tidak bisa maksimal membersihkan," kata Kepala Bidang Sumber Daya dan Drainase DPUPESDM DIY Subarjo Selasa (27/2/2024).
BACA JUGA : Genangan dan Banjir Masih Ditemui di Jogja, Pemkot Salahkan Debit Air yang Tinggi
Selain itu banjir juga terjadi di fly over Janti tepatnya di depan kantor BBWSSO. Namun, Subarjo menyebut banjir yang terjadi rata-rata hanya sebentar. Setelah hujan reda setengah jam kemudian otomatis air yang meluber ke jalan kering kembali. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya sampah yang menghalangi saluran air.
"Sebetulnya harus ada di master plan dibikin penyesuaian antara perkembangan wilayah dengan perencanaan dan penyesuaian gorong-gorong atau drainase karena perubahan tata guna lahan itu tidak seimbang dengan drainase kan," ujarnya.
Subarjo mencontohkan di kawasan Babarsari, Sleman. Pembangunan di wilayah itu sangat pesat. Pertumbuhan rumah dan bangunan membuat resapan air berkurang lantaran halaman rumah dan bangunan tidak dirancang menyesuaikan dengan kontur wilayah.
"Makanya begitu hujan deras yang posisi tinggi kan agak miring jadi airnya lari ke jalan semuanya. Begitu di jalan kemudian lewati gorong-gorong dan di sana banyak sampah ya banjir," ujarnya.
Dinas PUP-ESDM DIY beberapa waktu terakhir sudah membangun tiga proyek drainase dan semuanya berhasil mengatasi banjir. Proyek pertama dilakukan pada 2018-2019 lalu di kawasan MM UGM. Sebelumnya kawasan itu selalu banjir saat hujan deras setelah drainase diperbaiki tidak lagi terjadi banjir.
"Kemudian di Ngestiharjo juga, dulu selain ada genangan dan banjir, 2018 kita bangun dan sudah aman dan pada 2022 kita bangun di barat pasar Kotagede dan itu aman ga pernah terjadi lagi banjirnya," ungkap dia.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD DIY Lilik Andi Aryanto menjelaskan hujan deras pada Minggu 25 Februari lalu menyebabkan sejumlah insiden termasuk banjir di sejumlah titik. Pihaknya mencatat banjir dan genangan air sedikitnya terjadi di lima lokasi.
Baca Juga : Jogja Tergenang Air Saat Hujan Deras, Saluran Air Lama Belum Disesuaikan
Yang pertama terjadi di pusat perbelanjaan Ambarukmo Plaza di mana area loading barang tergenang air setinggi satu meter karena saluran pembuangan air tersumbat sampah. Selanjutnya juga terjadi di Candi Gebang, Sleman yang mengalami banjir di jalan raya dan berdampak pada motor hanyut dan akses jalan terganggu.
Di Kampus UPNVY banjir menggenang jalan raya hampir setinggi dada orang dewasa. Selanjutnya juga di Pakuwon Mall dengan kondisi air masuk ke bagian basement serta di Kali Belik, Gondokusuman, Kota Jogja banjir meluap ke jalan raya dan memasuki rumah warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.