KAI Uji Coba B50 dan Siapkan Perluasan KRL untuk Tekan Emisi Karbon
KAI menguji biodiesel B50, memperluas jaringan KRL, dan menanam ribuan pohon sebagai bagian dari strategi transportasi rendah emisi.
Salah satu pedagang menjual cabai rawit merah di Pasar Bantul. (Harian Jogja/Lugas Subarkah)
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul memantau ketersediaan dan pergerakan harga sembako pada beberapa pasar tradisiona; di Bantul menjelang ramadan 2024. Pantauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan harga pangan di pasar terjangkau.
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo menyampaikan saat ini harga sembako di beberapa pasar rakyat pantauan Kabupaten Bantul cenderung tidak mengalami kenaikan signifikan menjelang ramadan 2024. Di Pasar Imogiri misalnya, kenaikan harga terjadi pada komoditas daging ayam ras dari Rp34 ribu per kg menjadi Rp38 ribu per kg, gula pasir dari Rp16,5 ribu menjadi Rp17 ribu, dan ikan nila dari Rp35 ribu per kg menjadi Rp38 ribu per kg.
BACA JUGA : Masih Mahal, Segini Harga Beras di Pasaran Jogja
Adapun komoditas yang harganya menurun yaitu beras premium dari RP16 ribu per kg menjadi Rp15 ribu per kg, beras medium dari Rp15 ribu per kg menjadi Rp14,5 ribu per kg, cabai merah keriting dari RP71 ribu per kg menjadi Rp55 ribu per kg, dan cabai rawit merah dari Rp59 ribu menjadi Rp55 ribu.
Kemudian komoditas pangan yang harganya stabil yaitu minyak goreng Rp17,5 ribu per liter, bawang merah Rp30 ribu per kg, bawang putih Rp40 ribu per kg, dan daging sapi Rp130 ribu per kg.
“Kita melakukan monitoring ke pasar-pasar kemudian melakukan kegiatan pasar murah, ini terus kita lakukan untuk menstabilkan harga [pangan] di Kabupaten Bantul. Prinsip kita harga [pangan] harus diupayakan agar warga bisa menjangkau,” ujarnya dalam Pasar Murah yang digelar di Lapangan Karangtalun Kapanewon Imogiri, Selasa (5/3/3034).
Sekretaris DKUKMPP Bantul, Husin Bahri menambahkan pantauan harga sembako dilakukan di Pasar Niten, Pasar Bantul, Pasar Imogiri, Pasar Piyungan, dan Pasar Pijenan. Menurut Husin, pihaknya akan tetap memantau harga pangan di beberapa pasar pantauan untuk memastikan harga pangan di Bantul stabil menjelang ramadan 2024.
Husin juga memastikan ketersediaan beras di Bantul jelang ramadan masih mencukupi. “Saat ini Bantul masih memiliki cadangan pangan yang memadai, untuk beras masih sekitar 800-1.200 ton,” katanya.
BACA JUGA : Harga Beras Masih Tinggi, Operasi Pasar Bakal Menyasar Seluruh Kapanewon di Sleman
Ia bekerja sama dengan beberapa penyedia barang komoditas pangan di Bantul seperti Bulog Kanwil DIY, dan beberapa rekanan untuk memastikan ketersediaan dan harga pangan di Bantul dapat dijangkau masyarakat. Untuk stabilisasi harga pangan, Pemkab Bantul juga menggelar Pasar Murah di Kapanewon Imogiri, Dlingo dan Pajangan. Selain itu operasi pasar juga terus dilakukan di beberapa pasar rakyat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI menguji biodiesel B50, memperluas jaringan KRL, dan menanam ribuan pohon sebagai bagian dari strategi transportasi rendah emisi.
Kemenkes mencatat 59,6 juta peserta CKG hingga 5 Juli 2026. Program kini fokus pada pengobatan hipertensi dan diabetes melitus.
DPMKP2KB Gunungkidul mencatat 24 lurah petahana berpeluang maju di Pilur 2026. Pendaftaran bakal calon berlangsung 13-23 Juli 2026.
Badai dahsyat di Prancis menyebabkan 13.000 rumah masih mengalami pemadaman listrik, merusak permukiman, dan mengganggu transportasi.
KA Bandara YIA PSO melayani 865.187 penumpang sepanjang Januari-Juni 2026, didukung konektivitas antarmoda yang semakin terintegrasi.
Indonesia bertekad menjadi negara industri modern. Proyek LNG Abadi Masela dinilai penting untuk hilirisasi dan ketahanan energi.