Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Kepala Diskominfosan Kota Jogja, Ignatius Triharsono dan Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Komunikasi dan Informatika Denpasar, Agus Indra Diatmika, dalam kunjungan ke Pemkot Denpasar, Rabu (6/3/2024). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, DENPASAR—Inovasi di bidang Informasi dan Teknologi (IT), salah satunya dengan pengembangan aplikasi memiliki peran penting bagi kota pariwisata terbesar di Indonesia seperti halnya Jogja dan Denpasar.
Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Diskominfo) Kota Jogja melakukan kunjungan ke Pemkot Denpasar, Rabu (6/3/2024) guna membahas terkait pengemmbangan IT untuk layanan wisatawan. Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Komunikasi dan Informatika Denpasar, Agus Indra Diatmika, menjelaskan Denpasar memiliki aplikasi Denpasar Sewaka Dharma.
“Di sana adalah kolaborasi dari semua aplikasi di Kota Denpasar. Masyarakat di sana bisa mendapatkan informasi apa saja di Kota Denpasar, termasuk pengaduan, informasi terkait data, ketenagakerjaan dan lainnya,” ujarnya.
BACA JUGA : Gandeng Evermos, Pemkot Jogja Kembangkan Pemasaran UKM
Sehingga dengan satu genggaman saja, masyarakat sudah bisa mendapatkan informasi dan layanan di Kota Denpasar. “Baik masyarakat kota maupun wisatawan yang ada di Denpasar bisa mendapat informasi yang diperlukan. Kami sudah mulai dari 2022 dan terus dikembangkan,” katanya.
Kepala Diskominfosan Kota Jogja, Ignatius Triharsono, menuturkan sebagai kota wisata, aspek komunikasi publik harus sesuai dengan semangat penguatan kepariwisataannya. “Perkembangan saat ini semuanya tidak bisa lepas dari digitalisasi. Bagaimana kita mengoptimalkan potensi digital untuk penguatan pada industri pariwisata,” paparnya.
Inovasi yang dilakukan Pemkot Denpasar juga sudah dilakukan Pemkot Jogja, walau masih terdapat catatan. “Kami sudah melangkah bahkan mungkin lebih banyak lagi, contohnya seperti aplikasi JSS [Jogja Smart Service],” ungkapnya.
Adapun beberapa catatan yakni terkadang pengembangan inovasi belum dibarengi dengan landasan hukum di tingkat daerah, seperti peraturan walikota, peraturan daerah dan sebagainya. “Kita tidak boleh berlari begitu saja, tapi juga harus jelas landasan kebijakannya seperti apa,” ujarnya.
BACA JUGA : Pekan Ini Pemkot Jogja Terapkan Aplikasi Srikandi Versi Terbaru
Selain ke Pemkot Denpasar, sebelumnya pada Selasa (5/3/2024) Diskominfosan Kota Jogja juga berkunjung ke Pemkab Jembrana. Di situ mereka belajar bagaimana pengelolaan data yang baik sehingga dapat menghasilkan kebijakan yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.