Kontrak 3.335 PPPK Paruh Waktu Bantul Diperpanjang, DPRD Minta Presensi Dievaluasi
DPRD Bantul meminta Pemkab mengevaluasi presensi PPPK paruh waktu agar tidak disalahgunakan dan kedisiplinan pegawai tetap terjaga.
Massa Aliansi Banyakan Bergerak menggelar unjuk rassa menolak rencana pembangunan tempat pengolahan sampah di Dusun Banyakan, Minggu (9/4/2023). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY meminta Pemkot Jogja untuk menjalin komunikasi yang intensif dengan warga dan pemerintah Sitimulyo yang menolak rencana pembangunan pengolahan sampah di TPA Piyungan oleh Kota Jogja.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Kusno Wibowo mengatakan, protes warga terhadap rencana pembangunan pengolahan sampah oleh Pemkot Jogja di lahan TPA Piyungan itu merupakan hal yang wajar. Pemerintah harus bisa menampung aspirasi itu.
"Memang butuh proses dan sosialisasi ke masyarakat dan itu belum selesai. Ada dinamika itu wajar lah dari masyarakat menyampaikan masukan atau keinginan, yang penting adalah komunikasi intensif antara pemkot, kalurahan dan masyarakat," ujarnya, Kamis (7/3/2024).
Kusno menyampaikan rencananya saat desentralisasi sampah penuh diberlakukan pada April nanti Pemkot Jogja ingin menyewa lahan seluas 2.600 m² di TPA Piyungan untuk pengolahan sampah. Rencana itu memang membutuhkan persetujuan banyak pihak termasuk masyarakat.
"Sebenarnya komunikasi berjalan dengan baik. Proses pengadaan dan lain sebagainya sudah selesai, tinggal administrasi dan tanda tangan kontrak saja. Begitu tanda tangan kontrak, nanti pembangunan berjalan alat juga sudah datang," jelasnya.
Kusno mengakui bahwasanya masih terdapat penumpukan sampah di demo yang ada di seputaran wilayah Kota Jogja. Itu akan menjadi evaluasi bagi pihaknya dalam menerapkan kebijakan desentralisasi sampah penuh di April mendatang.
BACA JUGA: Cuti Bersama Lebaran 2024 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Rinciannya
"Ini yang selalu kami dorong agar Kota Jogja bisa menyelesaikan itu. Kemarin memang disampaikan dari Pemkot bahwa tempat yang pinjam pakai di TPA Piyungan itu masih proses atau masih identifikasi dengan pemerintah kalurahan atau masyarakat setempat," ujarnya.
Nantinya jika mendapat persetujuan dari masyarakat sekitar, lahan tersebut menjadi salah satu tempat bagi Pemkot Jogja untuk mengatasi persoalan sampah di wilayahnya.
"Kalau yang di Piyungan kan ada dua modul atau alat, masing-masing kapasitasnya 15 sampai 20 ton per hari. Targetnya nanti April selesai semuanya, ini kan dikebut dan kalau tidak salah juga ada komunikasi antara lurah Sitimulyo dengan Pemkot hari ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta Pemkab mengevaluasi presensi PPPK paruh waktu agar tidak disalahgunakan dan kedisiplinan pegawai tetap terjaga.
Pengguna Mac diincar iklan Claude palsu di Google. Kenali modus ClickFix yang menyamarkan perintah berbahaya dan cara menghindarinya.
Kiandra Ramadhipa mengincar tiga besar klasemen Moto3 Junior 2026. Simak peluang pembalap asal Sleman dan jadwal balapan di Misano.
Pengajuan visa bisa terkendala karena dokumen tidak lengkap, paspor, atau data tidak sesuai. Simak enam hal yang perlu diperiksa sebelum mengajukan visa.
Agnez Mo akan debut di Madame Tussauds Hollywood pada Oktober 2026. Simak penampilan busana denim dan perjalanan patung lilinnya di Asia.
Hasil verifikasi 22 gerai KDMP Kulonprogo menemukan masalah bangunan, air bersih, dan daya listrik. Agrinas diberi waktu perbaikan maksimal tiga bulan.