Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Kabupaten Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Wakil Bupati Danang Maharsa membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenpang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Sleman 2025-2045 di The Rich Hotel, Sinduadi, Mlati, Kamis (7/3/2024). Diharapkan hasil dari kegiatan ini bisa menjadi dasar untuk peletakan kebijakan pembangunan dalam rentang waktu 20 tahun ke depan.
“Saya menyambut baik dilaksanakan kegiatan ini karena memiliki arti penting untuk arah pembanguan di Kabupaten Sleman,” kata Danang dalam keterangannya, Kamis siang.
BACA JUGA : Musik Etnik Kini Berkembang Pesat, Ini Penyebabnya
Menurut dia, kegiatan ini sangat dibutuhkan karena akan menentuka kebijakan pembangunan yang akan dijalankan. Oelh karenanya, didalam musrenbang tidak hanya dihadiri internal dari Pemkab Sleman, namun juga ada Kepala Bappeda DIY, Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sleman, Kepala Bappeda Kabupaten/Kota se-DIY, Kepala Bappeda Kabupaten Magelang dan Kabupaten Klaten.
“Perencanaan Musrenbang ini juga diharapkan menjadi dokumen yang menjadi acuan dalam proses pembangunan,” katanya.
Danang juga berharap melalui kegiatan ini dapat dilakukan sinergitas dan kolaborasi pembangunan jangka panjang DIY dengan kabupaten/kota tahun 2025 -2045. Tujuannya agar setiap tahapan perencanaan dan pembangunan jangka panjang, menengah dan pendek dapat dilakukan sesuai kebutuhan, sesuai kemampuan sehingga tidak ada yang terlewatkan.
“Yang tak kalah penting tidak ada yang mubazir karena adanya tumpang tindih kebijakan,” katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Dwi Anta Sudibya mengatakan, perencanaan musrenbang telah melalui proses dan tahapan-tahapan yang Panjang. Adapun persiapan juga melibatkan berbagai pihak sehingga harapannya dapat berjalan dengan baik.
Diharapkan melalui kegiatan ini dapat mendukung Visi Kabupaten Sleman Tahun 2025-2045, yakni Sleman yang Sejahtera, Berdaya Saing, Berbudaya dan Berkelanjutan 2045. “Hasil dari musyawarah ini nantinya jadi bahan pertimbangan untuk melaksanakan kegiatan pembangunan sesuai dengan visi misi yang dimiliki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.