3 Ruas Jalan di Gunungkidul Segera Diperbaiki, Anggaran Rp5 Miliar
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Ilustrasi beras di pasar tradisional. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman memastikan stok beras selama Bulan Ramadan hingga Lebaran 2024. Hal ini tak lepas adanya hasil panen di Januari dan Februari yang mencapai 6.920 ton.
“Sleman memasuki panen raya baru mulai Maret ini, tapi untuk dua bulan awal di 2024 sudah ada panen, meskipun luasannya relatif kecil,” kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, Selasa (12/3/2024).
Dia menjelaskan, panen di dua bulan awal hanya ada di 15 kapanewon. Adapun Kapanewon Moyudan dan Minggir baru masuk panen mulai Maret ini.
BACA JUGA : Bukan Penentu Harga, Meski Stok Aman Beras di DIY Masih Mahal
Pada Januari ada panen seluas 662 hektare dengan produksi beras 2.464 ton dan Februari seluas 1.028 hektare yang menghasilkan beras 3.826 ton. “Kalau diakumulasikan dua bulan pertama 2024 ada panen seluas 1.690 hektare dengan produksi beras 6.920 ton,” katanya.
Menurut dia, dengan tambahan produksi ini, maka stok beras di Sleman dalam jangka waktu satu bulan ke depan dipastikan aman. Hal tersebut tak lepas dari estimasi kebutuhan yang mencapai 210 ton per harinya.
“Mencukupi sampai Lebaran atau 30 hari ke depan. Apalagi untuk Maret area pertanian yang panen bertambah sehingga stok beras juga akan bertambah,” katanya.
Suparmono menambahkan, upaya pemantauan stok beras di lapangan terus dilakukan. Salah satunya dengan mengecek ke lokasi penggilingan di beberapa titik di Sleman. “Stok aman, meski harganya masih relatif tinggi,” katanya.
Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Kurnia Astuti mengatakan, harga jual beras di Sleman masih tinggi karena di atas Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Saat sekarang harganya untuk beras medium Rp15.400 per kilogram dan jenis premium Rp16.357 per kilonya.
Menurut dia, sudah ada upaya operasi pasar, namun belum berpengaruh terhadap harga jual di pasaran. Oleh karenanya, Nia mengakui pada saat Puasa hingga jelang Lebaran akan mengagendakan operasi pasar di seluruh kapanewon di Sleman.
BACA JUGA : Stabilisasi Harga Beras, Disperindag DIY Genjot Pasar Murah Saat Ramadan
“Beras masih menjadi fokus operasi, meski ada komoditas lain seperti telur, gula dan minyak yang dijual. Di setiap kapanewonnya, kami siap mengalokasikan sekitar 12 ton untuk Masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.