Terdampak Tol Jogja-Solo, Pembangunan SDN Nglarang Dikebut Mei
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Potret aktivitas pengecoran top slab dan wall BC STA 56+163 Tol Jogja-Solo Seksi 2 Trihanggo-Junction Sleman ./PT. Adhi Karya
Harianjogja.com, SLEMAN—Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Trihanggo-Junction Sleman terus dikebut saat memasuki bulan puasa Ramadan. Sejumlah perkembangan tol Jogja-Solo pada ruas ini mulai tampak secara fisik konstruksi yang membentang dari kawasan Tirtoadi hingga Trihanggo mencapai 28 persen.
Humas PT. Adhi Karya pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2, Agung Murhandjanto menjelaskan selama bulan ramadan aktivitas pengerjaan proyek pembangunan tol Jogja-Solo tetap berjalan seperti biasa. "Aktivitas seperti biasanya, terus kami melanjutkan agenda-agenda yang masih kemarin dikerjakan," terang Agung pada Selasa (12/3/2024).
Pekerja akan bekerja kurang lebih 14 jam dalam sehari untuk merampungkan jalan bebas hambatan ini. Aktivitas proyek akan dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. "Kami cuma sampai jam 10 malam, karena kesepakatan dengan warga sekitar, dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam. Pukul 22.00 WIB kita closing," jelasnya.
Secara umum, saat ini aktivitas proyek tol Jogja-Solo ruas Trihanggo-Junction Sleman masih melanjutkan pembangunan bore pile, pile cap hingga penimbunan. Puluhan bore pile mulai digarap, tiga di antaranya bahkan sudah mulai dibangun pile cap.
Teknik bore pile sendiri merupakan konstruksi tiang penyangga dengan cara mengebor tanah dengan kedalaman tertentu. Tanah galian hasil dari pengeboran akan dibersihkan untuk selanjutnya dilakukan pemasangan casing bore pile. Barulah setelahnya besi beton dipasang dilanjutkan dengan pengecoran bore pile.
"Bore pile-nya baru dapat 50. Kalau yang di pile cap empat. Itu di daerah Tirtoadi. Kami kan fokusnya di Tirtoadi sama di Tlogoadi," ucapnya.
Aktivitas pengecoran top slab dan wall pun juga mulai dilakukan. Garis besarnya, secara keseluruhan progres konstruksi penggarapan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Trihanggo-Junction Sleman mencapai angka 28 persen. "Ya sudah 28 persen [progres konstruksi]," ujarnya.
Selain penggarapan konstruksi bore pile hingga pile cap, kontraktor tol Jogja-Solo ruas Trihanggo-Junction Sleman juga mulai melakukan clearing area lahan di wilayah Trihanggo tepatnya setelah tikungan Ngawen, Ring Road Barat Sleman. Area ini merupakan batas penghubung antara tol di atas ring road dengan tol yang mengarah ke Junction Sleman di Tirtoadi.
"Dari ring road itu masuk ke Trihanggo, kami sudah mulai dari situ. Di tikungan Ngawen itu mulai dibuka [lahannya], kami clearing di situ terus turun ada sungai. Nanti kita akan bikin abutmen jembatannya," katanya.
Usai melayang di atas ring road, tol Jogja-Solo selanjutnya akan dibangun at grade atau menempel tanah hingga Junction Sleman. Junction Sleman ini merupakan ruas penghubung antara Tol Jogja-Solo dengan Tol Jogja-Bawen. Hanya saja usai melayang di atas ring road ada ruas tol Jogja-Solo yang melintas di atas sungai. Karenanya jembatan akan dibangun di atas sungai. "Setelah sugengan [slametan] kita mau sambung yang Trihanggo yang di Sungai Bedog ini," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.