PBB-P2 Sleman Hampir 100%, Pajak Daerah Capai Rp930 Miliar
Pajak daerah Sleman mencapai Rp930 miliar hingga September 2026. PBB-P2 hampir 100%, sementara BPHTB masih perlu digenjot.
Ilustrasi kesehatan hewan ternak. Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Gunungkidul terus melakukan penanganan dan pencegahan penularan bakteri Bacillus Anthracis sebagai penyebab penyakit antraks di Kalurahan Serut, Kapanewon Gedang Sari. Penanganan tersebut tidak hanya berpusat di Padukuhan Kayoman tetapi juga Wangon.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Gunungkidul, Retno Widyastuti mengatakan penanganan dan pencegahan penularan bakteri Bacillus Anthracis dilakukan sampai ke Padukuhan Wangon. Pada tanggal 19 Maret 2024, DPKH telah memberikan antibiotik dan vitamin ke Padukuhan Wangon dengan sasaran 89 sapi dan 108 kambing.
Dia menjelaskan penanganan telah dilakukan sejak laporan pertama masuk mengenai satu sapi dan dua kambing milik S warga Padukuhan Kayoman yang mati mendadak pada Kamis (7/3/2024).
“Hari Kamis tanggal 7 Maret 2024 kami telah melakukan pengobatan [antibiotik] ke dua ekor kambing milik S,” kata Retno dihubungi, Selasa (19/3/2024).
Retno menambahkan pada 8 Maret 2024, pengobatan antibiotik dilakukan kembali di Padukuhan Kayoman dengan sasaran 15 sapi, 24 kambing, dan 1 domba. Kemudian, pada 9 Maret 2024 di lokasi yang sama, pengobatan menyasar 89 sapi dan 175 kambing.
Baca Juga
Ratusan Ternak di Gayamharjo Sleman Disuntik Antibiotik untuk Cegah Antraks
Kasus Antraks Kayoman, Mayoritas Warga Mengalami Gejala Diare dan Demam
DPKH Gunungkidul Memperluas Penanganan Antraks hingga Dua Padukuhan
Pada 13 Maret 2024 di Padukuhan Kayoman, DPKH kembali memberikan pengobatan antibiotik kepada 50 sapi dan 124 kambing. Sementara pada tanggal 14 Maret 2024 dilaksanakan pengobatan di Padukuhan Wangon dengan sasaran 84 sapi, 196 kambing dan 2 domba.
Sebelumnya, Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan kejadian antraks di Padukuhan Kayoman berawal dari dua pekan sebelumnya atau tanggal 24 Februari 2024 ketika warga berinisial S menerima kambing dalam kondisi disembelih dari pria berinisial W, warga Sleman.
Ternyata kambing tersebut telah terjangkit bakteri Bacillus Anthracis yang mengakibatkan S jatuh sakit dengan luka kulit khas atraks dan dirawat di RSUD Prambanan sebelum dipindah ke RSA UGM.
Kambing tersebut kemudian dikuliti dan dagingnya dibagi ke beberapa orang. Pada Kamis (7/3/2024), sapi dan dua kambing milik S mati mendadak. Sapi tersebut sempat disembelih tetapi tidak jadi dikonsumsi karena ada perasaan ragu dan takut karena S telah lebih dulu jatuh sakit. Baik sapi maupun dua kambing akhirnya dikubur.
Pada Minggu 10 Maret 2024, hasil penelitian sampel darah sapi milik S dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Kulonprogo menyatakan bahwa sapi tersebut positif antraks. Beberapa hari setelah, hasil penyelidikan lain untuk dua kambing oleh BBVet keluar. Hasilnya menunjukkan bahwa dua hewan ternak tersebut juga positif antraks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pajak daerah Sleman mencapai Rp930 miliar hingga September 2026. PBB-P2 hampir 100%, sementara BPHTB masih perlu digenjot.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.
Kementan menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk ekosistem peternakan terintegrasi. Lima kawasan ditargetkan rampung pada 2027.
Korban tewas di Gaza mencapai 74.016 orang sejak 7 Oktober 2023. Sebanyak 175.068 warga Palestina dilaporkan terluka.