Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Pengawasan BBPOM DIY pada kuliner yang dijajakan PKL di Alun-alun Wates, Kamis (21/3/2024). Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengawasan makanan di Bumi Binangun dilakukan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DIY, Kamis (21/3/2024). Pengujian BBPOM DIY itu dilakukan pada 17 sampel makanan dari pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Wates.
BBPOM DIY dalam mengambil sampel makanan yang diuji itu dilakukan secara acak. Pengujian pada Ramadan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat luas mengonsumsi sajian yang aman dan sehat.
Petugas BBPOM DIY yang bertugas di Alun-alun Wates, Rizqi Amalia Rohmah menjelaskan hasil pengujian terhadap 17 sampel makanan di Bumi Binangun itu aman. "Belum ada indikasi kandungan berbahaya, semuanya aman," ujarnya.
Meskipun nihil temuan kandungan berbahaya, Rizqi mengimbau masyarakat tetap waspada. "Yang umum biasanya kandungan bahaya yang ditemukan adalah boraks dan formalin, tapi sementara ini belum ada kami temukan," jelasnya.
Baca Juga
Peredaran Bahan Pangan Berbahaya di Sleman Segera Dirazia
Makanan dengan Kandungan Berbahaya dan Kadaluwarsa Diawasi Ketat di Sleman
Disdag Uji Sampel Makanan di Pasar Sentul dan Kranggan
Pemeriksaan makanan PKL oleh BBPOM DIY ini, jelas Rizqi, dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Bumi Mataram. "Tidak hanya di Kulonprogo, sebelumnya kami sudah lakukan di kabupaten lain, rencananya semua kabupaten kami lakukan pemantauan lapangan," terangnya.
Rizqi menjelaskan produksi makanan selama Ramadan ini melonjak, sehingga diperlukan pemantauan lebih agar semuanya aman. "Kami gelar rutin setiap Ramadan, karena momen ini usaha makanan bertambah banyak sehingga perlu dipastikan semuanya aman," ungkapnya.
Bagi masyarakat yang ingin lebih waspada, lanjut Rizqi, dapat lebih teliti membeli makanan yang ada. "Bisa dengan melihat labelnya, izinnya, termasuk kondisi kemasannya dan tanggal kadaluarsa, agar bisa dipastikan lagi sebelum membeli," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utama menjelaskan pihaknya juga rutin menggelar pemantauan kandungan makanan yang beredar. "Sosialisasi juga sering kami lakukan untuk memastikan kandungan makanan yang beredar aman dan sehat," ujarnya.
Kandungan berbahaya makanan yang kerap ditemukan, jelas Sri Budi, seperti pewarna tekstil hingga pengawet berbahaya. "Masayarakt juga sudah cukup paham dan bisa membedakan, kami imbau agar lebih berhati-hati," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
RPS Hargobinangun di Kaliurang mampu mengelola hingga 4 ton sampah per hari meski masih minim alat modern dan armada pengangkut.
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.