Sulit Jangkau Halte Trans Jogja? Pemda DIY Siapkan Solusi
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Ilustrasi pencari kerja.-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja (DPKUKMTK) Kabupaten Gunungkidul mencatat lulusan sekolah menengah atas/kejuruan (SMA/SMK) menjadi kelompok terbanyak sebagai pencari kerja (pencaker) selama dua bulan pertama 2024.
Staf Pendayagunaan Tenaga Kerja Bidang Tenaga Kerja DPKUKMTK, Yogautomo Budinugroho mengatakan bahwa lulusan SMA/SMK mendominasi dalam persaingan dunia kerja. Selama Januari 2024 ada total 74 orang dan Februari 2024 ada 59 orang.
BACA JUGA: Polres Gunungkidul Siapkan Satgas Ganjal Ban dan Mobil Derek di Tanjakan Ekstrem
Apabila membandingkan dengan jumlah pencaker lulusan S1, angka di atas terpaut jauh. Selama dua bulan pertama tahun ini, pencaker lulusan S1 hanya ada 8 orang. Sedangkan untuk lulusan SD total hanya ada 2 orang, SMP ada 18 orang, Diploma ada 8 orang. Menurut Yogautomo, pencaker lulusan SMA/SMK memang mendominasi karena banyak lowongan yang ditawarkan bagi para lulusan SMA/SMK.
"Jumlah pencari kerja itu merupakan pihak yang membuat kartu kuning. Sebenarnya kalau mau melamar pekerjaan syaratnya membuat kartu kuning itu tapi banyak perusahaan tidak menggunakan kartu kuning," kata Yogautomo dihubungi, Minggu (31/3/2024).
Kepala DPKUKMTK Gunungkidul, Supartono mengatakan guna mengakomodasi para pencaker tersebut maka pihaknya akan menggelar Job Fair pada Agustus 2024. Hanya saja belum ada kepastian tanggal pelaksanaan. Meski begitu, setidaknya DPKUKMTK akan menggandeng 25 perusahaan seperti pelaksanaan tahun lalu.
Selain itu, DPKUKMTK melalui UPT Balai Latihan Kerja juga terus membuka kesempatan pelatihan kerja untuk meningkatkan skill pencaker seperti membatik, mengelas, menjahit, permesinan, hingga perkantoran.
Dia mengaku bahwa lulusan SMK memang menjadi kelompok terbanyak pencari kerja karena lulusan SMK di Gunungkidul tergolong banyak. Hanya saja dia belum dapat memberikan angka lulusan tersebut. DPKUKMTK akan bekerja sama dengan Balai Pendidikan Menengah untuk melacak lulusan-lulusan SMK.
"Orientasi kan kalau tidak bekerja [di perusahaan], wirausaha, atau melanjutkan studi," kata Supartono.
Disinggung mengenai kesempatan kerja di dunia pertanian, Supartono terus mengupayakan agar para pemuda tertarik dan terjun di dunia pertanian. Branding yang dia kampanyekan bersama Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) adalah petani milenial. Pertanian hortikultura menjadi daya tarik utama.
Apabila melihat data tahun lalu, ada total 1.704 pencari kerja. Dari jumlah tersebut sebanyak 937 orang telah ditempatkan di berbagai perusahaan. Rinciannya sebanyak 841 ditempatkan di wilayah DIY atau antarkerja lokal (AKL), lalu antarkerja antardaerah (AKAD) ada 30 orang, dan antarkerja antarnegara (AKAN) ada 66 orang. Sementara data BPS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Gunungkidul tahun 2023 naik menjadi 2,09% dari 2,08% pada tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Infinix XPAD 30 Pro resmi hadir di Indonesia dengan harga mulai Rp3,399 juta, layar 2.5K, Helio G200 Ultimate, dan baterai 8.200 mAh.
Komisi B DPRD Bantul mencatat realisasi program OPD mitra sekitar 70% dan memastikan seluruh kegiatan tuntas hingga akhir tahun.
Dewan Pendidikan Nasional mengingatkan orang tua tak perlu memaksa anak ikut bimbel karena TKA bukan penentu kelulusan.
Lipstik Lipsing kembali setelah 16 tahun hiatus. Penampilan di Candi Prambanan menghidupkan nostalgia penggemar lewat lagu-lagu legendaris mereka.
ASN Pemkot Jogja kini bisa mengajukan cuti, termasuk cuti darurat, lewat JSS. Verifikasi hingga persetujuan dilakukan secara elektronik.