Ingat! Sertifikat Lomba Bisa Tak Diakui Saat Daftar SPMB 2026
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Ilustrasi keracunan/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 15 warga Padukuhan Klumpit, Kalurahan Kenteng, Ponjong, Gunungkidul keracunan takjil pada Selasa (3/4) sekitar pukul 20.30 WIB. Dari jumlah itu, mayoritas merupakan anak-anak. Takjil tersebut dibagikan di salah satu masjid saat akan berbuka puasa 2,5 jam sebelumnya.
Kapolsek Ponjong, AKP Yulianto menjelaskan bahwa 15 warga tersebut mengalami gejala yang sama yaitu sakit perut hingga muntah persis setelah memakan takjil tersebut. Mereka bahkan harus mendapat penanganan medis ke fasilitas kesehatan terdekat. Gejala mulai muncul di hari yang sama pukul 20.30 WIB.
"Dugaannya berasal dari makanan takjil saat pengajian, sekalian buka bersama," kata Yulianto dikonfirmasi, Rabu (3/4/2024).
Buka bersama tersebut memang dilakukan rutin setelah pengajian TPA untuk anak-anak. Makanan yang menjadi takjil pun berasal dari warga setempat yang disalurkan secara bergiliran. Khusus pada Selasa (3/4), makanan yang dihidangkan berupa nasi bungkus dengan lauk mie, ayam, dan oseng tempe. Ada 25 bungkus makanan yang dihidangkan.
Paska gejala yang dialami, warga tersebut dibawa ke Rumah Sakit Panti Rahayu, Karangmojo dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ponjong I untuk mendapat pemeriksaan dan perawatan.
BACA JUGA: Diduga Akibat Keracunan Massal, Seorang Anak di Girisubo Gunungkidul Meninggal Dunia
Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kalurahan Kenteng, Sugiyarno mengatakan warga keracunan merupakan gabungan dua RT yang ikut dalam pengajian dan buka bersama. Dia juga mengaku kegiatan pengajian sekaligus bukber tersebut rutin digelar. "Tapi baru kali ini ada keracunan setelah makan takjil," kata Sugiyarno.
Dia juga mengakui bahwa keracunan justru lebih banyak dialami anak-anak. Gejalanya sama yaitu mual hingga muntah-muntah. Saat ini, katanya keadaan para korban berangsur membaik. Paska masuk ke rumah sakit pun tidak ada yang rawat inap. Mereka langsung kembali ke rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Pembayaran ganti rugi tol Jogja-Kulon Progo di Bantul kembali cair Rp57,08 miliar untuk 53 bidang tanah di Argomulyo Sedayu.
Moh Zaki Ubaidillah lolos ke perempatfinal Malaysia Masters 2026 usai menang dramatis, sementara Bobby/Melati tersingkir di 16 besar.
Jadwal bola malam ini 21-22 Mei 2026 menghadirkan duel penentuan juara Liga Arab Saudi antara Al-Nassr dan Al-Hilal.
Pemda DIY matangkan penataan eks Parkir ABA dan Panggung Krapyak dengan konsep ruang hijau minim bangunan, RTH ditargetkan mulai 2026.
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.