Akses Air Perpipaan di Kota Jogja Rendah, Pencemaran Sumur Disorot
Akses air perpipaan di Kota Jogja baru 30 persen. Wali Kota Hasto Wardoyo mengingatkan risiko pencemaran air sumur bagi warga.
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menerima anggaran Dana Keistimewaan (Danais) Rp5,93 miliar untuk pembangunan tiga Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) tahun ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi menyampaikan anggaran tersebut dialokasikan untuk pemanfaatan Satuan Ruang Strategis (SRS) pengolahan sampah dan pembangunan TPS3R di Kalurahan Bantul, Potorono dan Caturharjo.
Nantinya, ketiga TPS3R tersebut akan dilengkapi dengan gedung pengolahan sampah, dan peralatan memilah dan mengolah sampah. "Di situ nanti lengkap ada bangunan gedung juga peralatan pemilahan sampah, penyaringan, press [untuk sampah plastik]," katanya, Minggu (7/4/2024).
Selain itu di TPS3R Kalurahan Bantul dan Potorono juga akan dilengkapi dengan sepeda motor roda tiga untuk operasional.
Sementara menurut Bambang, untuk pembangunan gedung TPS3R di Kalurahan Bantul dialokasikan anggaran mencapai Rp940 juta, Kalurahan Potorono mencapai Rp1,6 miliar. Sementara untuk pembangunan gedung TPS3R Kalurahan Caturharjo akan menyerap anggaran Rp850 juta. Sementara sisa anggaran akan dialokasikan untuk pengadaan peralatan pengolahan sampah.
Sementara pendirian TPS3R di Kalurahan Bantul yang menggunakan tanah Sultan Grond (SG). Saat ini lahan tersebut telah mengantongi serat palilah dari Kraton Jogja. "Sementara [lahan untuk TPS3R] di Caturharjo masih berproses di Dispertaru DIY, untuk [lahan TPS3R] di Potorono telah dilakukan cek lapangan oleh DLH Bantul dan tim teknis," imbuhnya.
BACA JUGA: Kapasitas Pengelolaan Sampah TPS3R Nitikan Ditingkatkan dengan Menambah Alat
Adapun, luas lahan di tiga lokasi tersebut masing-masing adalah sekitar 200 meter persegi.
Saat ini, review Detail Engineering Design (DED) ketiga TPS3R tersebut masih digarap. Menurutnya pembangunan ketiga TPS3R tersebut akan dilakukan pada triwulan ketiga pada 2024. "Itu [pembangunan TPS3R] dijadwalkan rampung September [2024]," imbuhnya
Dia menyampaikan ketiga lokasi tersebut masing-masing ditarget mampu mengolah sampah 2 ton per hari.
Dia menilai alokasi anggaran tersebut didapat untuk mendukung pengelolaan sampah tahun ini. Menurutnya, alokasi anggaran untuk pembangunan TPS3R tersebut diberikan untuk mendukung target Bantul bersih sampah tahun depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses air perpipaan di Kota Jogja baru 30 persen. Wali Kota Hasto Wardoyo mengingatkan risiko pencemaran air sumur bagi warga.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.