Hari Pertama MPLS SMPN 10 Jogja Langsung Tambah Dua Rombel Baru
SMPN 10 Jogja menambah dua rombongan belajar pada tahun ajaran 2026/2027 sehingga mampu menampung 64 siswa tambahan di tengah tingginya minat SMP negeri.
Potongan video saat jemaah meninggalkan lokasi Salat Id di Tamanan, Bantul. /InstagramMerapi_Uncover
Harianjogja.com, BANTUL—Ramai beredar video khotbah Untung Cahyono berbau politik dalam Salat Idulfitri 2024 di Lapangan Tamanan, Banguntapan, Bantul. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang disebut-sebut sebagai instansi yang menaungi Untung Cahyono pun buka suara.
Kabid Humas dan Protokol UAD, Ariadi Nugraha, mengaku kampus menerima pesan melalui berbagai media sosial mengenai kejadian tersebut. Dalam beberapa postingan yang beredar di media sosial, terdapat komentar-komentar yang menyebut UAD sebagai institusi yang terkait dengan Untung Cahyono.
Ariadi menyampaikan Untung Cahyono pernah menjadi bagian dari UAD sebagai dosen tamu atau dosen tidak tetap Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) di Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) yang berakhir pada 2022.
"Saat ini yang bersangkutan sudah tidak aktif mengajar di UAD," tegasnya, Jumat (12/4/2024).
Baca Juga
Khotbah Salat Idulfitri di Tamanan Berbau Politik, Begini Penjelasan Kemenag Bantul
Kemenag Bantul Jelaskan Identitas Penceramah Salat Id di Tamanan Bantul
Materi Khotbah Berbau Politik, Jemaah Salat Id di Tamanan Bantul Bubar
Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul, Ahmad Sidqi, menjelaskan khatib yang memberi khotbah tersebut adalah Untung Cahyono, salah seorang dosen perguruan tinggi swasta.
Ahmad juga mengakui di tengah Untung Cahyono memberikan khotbah, ada sebagian jemaah yang meninggalkan lapangan setelah menyimak isi khotbah.
"Sebagian jemaah pergi meninggalkan lapangan setelah menyimak isi materi khotbah yang mengaitkan salah satu ayat alquran yang dengan kecurangan pada Pemilihan Umum 2024," katanya.
Ahmad Sidqi menjelaskan berdasarkan informasi KUA Tamanan yang berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Tamanan yang berada di lokasi Salat Id, isi khotbah memang menyinggung dugaan kecurangan pemilu oleh berbagai pihak.
Ia menjelaskan kejadian tersebut terjadi lantaran Ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Tamanan tidak membicarakan mengenai materi khotbah ketika berkoordinasi dengan khatib.
"Sewaktu [Ketua PHBI Tamanan] memohon ustaz [Untung Cahyono] menjadi khotib, mereka tidak membicarakan mengenai materi khotbah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SMPN 10 Jogja menambah dua rombongan belajar pada tahun ajaran 2026/2027 sehingga mampu menampung 64 siswa tambahan di tengah tingginya minat SMP negeri.
Menkeu Purbaya memastikan rasio utang Indonesia masih aman meski naik menjadi 40,54 persen terhadap PDB dan tetap jauh di bawah batas UU.
Polri dan Kepolisian Cina melakukan pertukaran buronan. Tiga buronan asal Tiongkok dipulangkan, sementara satu WNI diserahkan ke Indonesia.
Fahri Hamzah dan Sri Sultan HB X membahas penataan kota DIY, penyediaan hunian terjangkau, serta pengembangan kawasan permukiman di masa depan.
SDN Pingit menilai Program Makan Bergizi Gratis membantu siswa dari keluarga prasejahtera. Selama hampir setahun berjalan, belum ada kasus keracunan makanan.
Regrouping SD di Gunungkidul berlanjut setelah lima sekolah digabung. Disdik masih mengkaji sekolah lain menyusul banyaknya SD yang kekurangan murid.