Hati-hati! Penipuan Booking Hotel di Jogja Kembali Marak
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.
Potongan video saat jemaah meninggalkan lokasi Salat Id di Tamanan, Bantul. /InstagramMerapi_Uncover
Harianjogja.com, BANTUL—Ramai beredar video khotbah Untung Cahyono berbau politik dalam Salat Idulfitri 2024 di Lapangan Tamanan, Banguntapan, Bantul. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang disebut-sebut sebagai instansi yang menaungi Untung Cahyono pun buka suara.
Kabid Humas dan Protokol UAD, Ariadi Nugraha, mengaku kampus menerima pesan melalui berbagai media sosial mengenai kejadian tersebut. Dalam beberapa postingan yang beredar di media sosial, terdapat komentar-komentar yang menyebut UAD sebagai institusi yang terkait dengan Untung Cahyono.
Ariadi menyampaikan Untung Cahyono pernah menjadi bagian dari UAD sebagai dosen tamu atau dosen tidak tetap Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) di Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) yang berakhir pada 2022.
"Saat ini yang bersangkutan sudah tidak aktif mengajar di UAD," tegasnya, Jumat (12/4/2024).
Baca Juga
Khotbah Salat Idulfitri di Tamanan Berbau Politik, Begini Penjelasan Kemenag Bantul
Kemenag Bantul Jelaskan Identitas Penceramah Salat Id di Tamanan Bantul
Materi Khotbah Berbau Politik, Jemaah Salat Id di Tamanan Bantul Bubar
Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul, Ahmad Sidqi, menjelaskan khatib yang memberi khotbah tersebut adalah Untung Cahyono, salah seorang dosen perguruan tinggi swasta.
Ahmad juga mengakui di tengah Untung Cahyono memberikan khotbah, ada sebagian jemaah yang meninggalkan lapangan setelah menyimak isi khotbah.
"Sebagian jemaah pergi meninggalkan lapangan setelah menyimak isi materi khotbah yang mengaitkan salah satu ayat alquran yang dengan kecurangan pada Pemilihan Umum 2024," katanya.
Ahmad Sidqi menjelaskan berdasarkan informasi KUA Tamanan yang berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Tamanan yang berada di lokasi Salat Id, isi khotbah memang menyinggung dugaan kecurangan pemilu oleh berbagai pihak.
Ia menjelaskan kejadian tersebut terjadi lantaran Ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Tamanan tidak membicarakan mengenai materi khotbah ketika berkoordinasi dengan khatib.
"Sewaktu [Ketua PHBI Tamanan] memohon ustaz [Untung Cahyono] menjadi khotib, mereka tidak membicarakan mengenai materi khotbah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.