Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Pedagang Pasar Terban mengangkut barang-barangnya ke selter sementara, Rabu (17/4/2024)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan pedagang Pasar Terban mulai pindah ke selter sementara pada Rabu (17/4/2024). Waktu untuk memindahkan barang-barang pedagang ini dibatasi sampai Kamis (18/4/2024), karena pada Jumat (19/4/2024) pembongkaran pasar sudah dimulai.
Para pedagang terlihat sibuk mengangkut barang-barangnya menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari motor, mobil pikap hingga truk, pada Rabu (17/4/2024). Beberapa truk mengangkut kandang ayam karena di pasar tersebut juga menjual ayam hidup.
Kabid Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Jogja, Gunawan Nugroho, menjelaskan para pedagang ini dipindah ke selter sementara yang sebelumnya digunakan untuk pedagang Pasar Sentul saat pasar tersebut direvitalisasi, yang berlokasi di jalan Batikan, Pandeyan, Umbulharjo.
Selter sementara tersebut sudah dipersiapkan sejak sebelum lebaran dan seluruh pedagang sudah mengetahui dimana mereka akan menempati kios sementaranya. “Kemaren sudah diundi, pedagang sudah tahu dan sepakat,” ujarnya.
Baca Juga
Kumuh dan Becek, Pasar Terban Perlu Direvitalisasi
Sentul Selesai, Pasar Terban & Pasar Kluwih Menyusul Diperbaiki
PASAR TRADISIONAL JOGJA : Terban Jadi Rujukan Pedagang Ayam Berbagai Daerah
Para pedagang melaksanakan pemindahan barang-barangnya secara mandiri. Mereka akan menempati selter sementara selama kurang-lebih delapan bulan. “Untuk progres pembangunannya nanti kami update dari Kementrian PUPR,” ungkapnya.
Salah satu pedagang, Heriyanto, menuturkan soal revitalisasi Pasar Terban memang sudah disosialisasikan sejak lama, walaupun sempat mundur beberapa kali pelaksanaannya. “Kalau saya tidak masalah,” ujarnya.
Pedagang plastik dan dos ini optimis masih tetap ada pembeli di selter sementara, yakni dari para pedagang pasar lainnya yang membutuhkan plastik dan dos. Meski demikian, pembeli dari luar berpotensi berkurang, karena di Pasar Terban ia sudah memiliki banyak konsumen dari sekolah, perkantoran dan kampus.
Selain itu, di tempat sementara tersebut ia hanya mendapat kios 1x2 meter. Kios ini menurutnya terlalu sempit untuk dagangannya. “Saya hanya dapat 1x2 meter. Untuk berusaha susah, untuk barang barang susah. Apalagi barang saya besar-besar. Kalau ini [di Pasar Terban] 3x4 meter,” katanya.
Di sisi lain Heriyanto juga belum mengetahui bagaimana penempatan dan sistem yang berlaku di Pasar Terban setelah revitalisasi nanti. Saat ini, ia hanya membayar retribusi sebesar Rp2.000 per hari. “Nanti kontraknya mahal ga, kalau ke sini bayar lagi ga. Kalau aturan lama Cuma bayar retribusi tidak masalah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.