Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Ibadah haji - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kantor Kementerian Agama Sleman memastikan seluruh calon Jemaah haji telah melunasi biaya perjalanan ibadah. Total ada 1.133 calon Jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci di tahun ini.
Kepala Kemenang Sleman, Sidik Pramono mengatakan, tidak ada masalah berkaitan dengan pelunasan pembiayaan haji. Pasalnya, seluruh Jemaah telah melunasi biaya penyelenggaraan untuk perjalanan ibadah.
Menurut dia, pembayaran terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama untuk calon reguler sesuai dengan jatah keberangkatan. Sedangkan gelombang kedua dikhususkan bagi calon yang gagal sistem di gelombang pertama, pendamping lansia, penggabungan mahrom.
“Alhamdulillah semua Jemaah sudah melakukan pelunasan. Total yang berangkat di tahun ini ada 1.133 orang,” kata Sidik kepada wartawan, Kmais (18/4/2024).
Menurut dia, untuk akomodasi juga sudah tidak ada masalah dikarenakan para calon haji sudah mengurus paspor maupun visa perjalanan sudah selesai diurus. Disinggung mengenai keberangkatan, Sidik belum bisa memastikan, namun melihat pemberangkatan dimulai pertengahan Mei, kemungkinan besar Jemaah asal DIY akan berangkat pada akhir Mei.
“Masuk menunggu informasi resmi. Tapi, kelihatannya akan ikut gelombang kedua dan berangkat di sekitar akhir Mei,” katanya.
BACA JUGA: Berangkat Mei 2024, Begini Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji di Sleman
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenang Sleman, Noor Imanah mengatakan, pada saat pelunasan tahap pertama ada calon Jemaah yang tidak melunasi biaya perjalanan. Meski demikian, hal tersebut bukan menjadi masalah karena kuota tetap diisi oleh calon Jemaah yang masuk daftar Cadangan.
“Kalau tidak melunasi maka tidak bisa diberangkatkan. Jadi, slot yang kosong diisi oleh calon yang masuk dalam daftar Cadangan,” katanya.
Dia menjelaskan, total biaya ibadah yang dibutuhkan berjumlah Rp94 juta. Namun demikian, tidak semua ditanggung jamaah karena ada subisidi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebesar 60%.
Hal ini berarti masing-masing jamaah tinggal membayarkan sekitar Rp58 juta. Adapun rinciannya sebesar Rp25 juta sudah disetorkan saat pendaftaran, kemudian di virtual account masing-masing calon juga tersimpan dana sekitar Rp1,6 juta.
“Jadi untuk pelunasan tinggal sekitar Rp31,7 juta setiap calon haji,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Satu anggota OPM tewas dalam kontak tembak dengan TNI di Pegunungan Bintang saat operasi penangkapan terkait kasus pembunuhan warga sipil.
Tarif impor AS sebesar 10% untuk produk Indonesia mulai berlaku, sementara hasil investigasi excess capacity masih ditunggu pemerintah.
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
Alfamidi menyalurkan lebih dari 160.000 butir telur untuk 875 anak di 26 kabupaten/kota sebagai dukungan pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.
FIFA menyiapkan dana kompensasi Rp6,38 triliun bagi klub yang melepas pemain ke Piala Dunia 2026. Klub bisa memperoleh miliaran rupiah untuk setiap pemain.