Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kantor Kementerian Agam Sleman memastikan pemberangakatan jamaah haji mulai 13 Mei 2024. Berbagai persiapan pun mulai dilakukan dari sekarang agar proses perjalanan ibadan dapat berjalan dengan lancar.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah, Kemenang Sleman, Noor Imanah mengatakan, ada beberapa persiapan yang dilakukan mulai dari biaya perjalanan ibadah, akomodasi perjalanan, Kesehatan hingga kesiapan fisik calon jamaah. Selain kegiatan biaya pelunasan untuk saat ini juga berlangsung kesiapan akomodasi perjalanan.
Menurut dia, kesiapan akomodasi dilakukan mulai dari kepmilikan paspor dan pengurusan visa. Untuk paspor sudah ada kerja sama dengan Kantor Imigrasi guna proses pembuatan secara kolektif.
BACA JUGA : Ratusan Calon Haji Sleman Belum Lunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji
Adapun untuk visa, ada ketentuan khusus dari Pemerintah Saudi Arabia. Yakni, setiap calon jamaah harus mengurus bio visa dengan melakukan perekaman biometric.
“Perekaman masih dalam proses dan setiap hari ada kuota 50 orang. Hingga sekarang yang sudah menyelesaikan ada 80% dari total calon haji diberangkatkan tahun ini,” katanya, Selasa (20/2/2024).
Selain akomodasi, juga ada kesiapan Kesehatan dengan melaksanakan vaksin meningitis. Hanya saja, sambung Noor, pelaksanaan masih harus dikoordinasikan dengan dinas Kesehatan. “Nanti ada jadwalnya dan baru akan dikoordinasikan dengan dinas Kesehatan,” katanya.
Selain itu, juga ada kesiapan fisik dengan penyelenggaraan manasik. Rencananya manasik digelar enam kali di Tingkat kapanewon dan dua kali di Tingkat kabupaten.
“Manasik mungkin bisa dimulai di akhir Maret mendatang. Yang jelas, kami sudah agendakan agar calon haji benar-benar siap dari sisi akomodasi, Kesehatan maupun fisiknya,” kata Noor.
Kepala Kemenang Sleman, Sidik Pramono mengatakan, total jamaah yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 1.133 orang. Adapun saat ini masih dibuka proses pelunasan biaya haji. Dia mengimbau calon jamaah yang belum membayar segera melunasinnya. “Masih ada waktu hingga 23 Februari 2024,” katanya.
BACA JUGA : Baru 131 Calhaj di Gunungkidul Miliki Paspor Siap Visa
Sidik berharap proses persiapan penyelenggaran ibadah haji dapat berjalan dengan lancar sehingga seluruh jamaah dapat berangkat sesuai dengan jadwalnya. “Mudah-mudahan semua diberikan kelancaran, Kesehatan dan keselamatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
PSS Sleman dirumorkan merekrut Christophe Nduwarugira. Bek Timnas Burundi dengan 48 caps dan pengalaman di Liga Portugal ini berpotensi memperkuat lini pertahan
Polri menegaskan Bhabinkamtibmas tidak berwenang memungut maupun memeriksa pajak masyarakat dalam pengawasan wajib pajak.
Mahasiswa Aliansi Cipayung Bantul mendesak transparansi penanganan kasus Febri Adriansyah dan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Pemkot Jogja mengandalkan berbagai event sepanjang tahun untuk menjaga kunjungan wisatawan dan okupansi hotel usai libur sekolah.
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.