Pemkab Bantul Siapkan Aturan Pilur, Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong
Pemkab Bantul mulai matangkan Pilur 2026 di 30 kalurahan. Calon tunggal tetap bisa maju dan akan melawan kotak kosong.
Suasana aksi bertajuk lentera untuk Mahkamah Konstitusi (MK) habis gelap terbitlah terang pada Jumat (19/4/2024) di kawasan Tugu Pal Putih. /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Perwakilan massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat untuk Demokrasi dan Keadilan (Garda) menggelar aksi bertajuk lentera untuk Mahkamah Konstitusi (MK) habis gelap terbitlah terang pada Jumat (19/4/2024) di kawasan Tugu Pal Putih. Aksi ini merespons MK yang pada Senin (22/4/2024) mendatang membacakan hasil putusan sengketa Pilpres.
Mengawali aksinya, delapan perempuan dengan mengenakan kebaya serba hitam sambil mata tertutup kain putih dan membawa lentera serta pedang tiruan mengelilingi Tugu Pal Putih. Dengan diiringi alunan musik gamelan, aksi mereka dilengkapi dengan kehadiran lelaki berpakaian serba hitam duduk melingkar sambil menyalakan dupa.
BACA JUGA : Tok! MK Bacakan Putusan Hasil Sengketa Pilpres pada Senin 22 April Mendatang
Kurang lebih 15 menit aksi berjalan di tengah hujan yang turun cukup deras, salah seorang peserta aksi kemudian membacakan pernyataan sikap tentang unjuk rasa yang digelar pada kesempatan itu. Setelahnya mereka berjalan pelan berbaris dengan rapi tanda aksi rampung dilaksanakan.
Koordinator Aksi Hersi Krisnawati mengatakan, aksi itu merupakan bentuk laku ratri sambil umbul donga dengan tujuan yang sederhana yakni ingin memberikan lentera kepada hakim MK secara simbolis yang pada Senin mendatang akan memutuskan hasil sengketa Pilpres Pemilu 2024.
"Kami berharap dengan lentera ini para hakim MK mendapat penerangan jiwa. Karena kami percaya kalau jiwanya terang, jiwanya damai mereka akan dapat memutuskan hasil sengketa Pilpres dengan seadil-adilnya," kata Hersi.
Menurutnya, aksi tersebut juga menyoroti terkait dugaan kecurangan yang terjadi dalam Pilpres 2024 lalu. "Soal keputusannya apa kami belum tahu. Namun kami percaya bahwa para hakim akan memakai hati nuraninya dengan terang seperti lentera ini untuk memutuskan hasil," ujarnya.
Hersi menyebutkan, delapan perempuan yang mengenakan kebaya dan penutup mata dalam aksi itu memerankan dewi keadilan sebagai simbol pendekar perempuan Jawa. Lentera dan pedang dianggap sebagai representasi penerangan bagi hakim MK serta senjata untuk melawan kebatilan dalam Pilpres lalu dengan hasil putusan yang adil dan jujur.
"Kami hanya mendukung dan berharap keputusan yang terbaik akan diberikan para hakim MK, itu tujuan utama kami dalam aksi ini," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mulai matangkan Pilur 2026 di 30 kalurahan. Calon tunggal tetap bisa maju dan akan melawan kotak kosong.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
Prabowo akan memberi Bintang Mahaputera kepada Kapolri Listyo Sigit dan Panglima TNI Agus Subiyanto atas kinerja dan kepemimpinan.
Dinas Kebudayaan Bantul mengajak 400 pelajar dan komunitas mengikuti program belajar keliling museum sepanjang 2026.
Samsung Galaxy A07 4G jadi HP Android terlaris dunia kuartal I/2026 versi Counterpoint, ungguli banyak pesaing di pasar global.