Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Ilustrasi droping air di Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap. Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO--Pemkab Kulonprogo mengalokasikan Rp595 juta untuk pembangunan sumur bor dan jaringan perpipaan di Kalurahan Jatisrono, Kapanewon Nanggulan dan Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh. Dana tersebut dari APBN 2024 melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo.
Pembangunan yang bertujuan meningkatkan akses air bersih di Kalurahan Jatisrono, Kapanewon Nanggulan dianggarkan Rp187,5 juta dengan sasaran untuk 25 rumah tangga. Sedangkan di Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh dianggarkan Rp408,2 juta yang ditargetkan untuk 60 rumah tangga.
Ahli Muda Teknik Penyehatan Lingkungan DPUPKP Kulonprogo, Silvi Irvi Yanti menjelaskan program pembangunan jaringan pipa ini rutin dilakukan tiap tahun. "Tujuannya untuk meningkatkan akses air bersih, ada berbagai sumber pendanaan, yang dua kalurahan ini dari APBD Kulonprogo," terangnya, Sabtu (20/4/2024).
Peningkatan akses air bersih ini, jelas Silvi, dibuktikan dengan dibentuknya kelompok pemanfaatan air yang terus bertambah. "Saat ini sudah ada 64 kelompok dimana yang sudah ada ini memberikan layanan air bersih ke masyarakat sendiri dan dikelola secara swadaya agar semuanya terlayani dengan baik," katanya.
Silvi menerangkan pembangunan sumur bor dan jaringan perpipaan di dua kalurahan tersebut juga dikerjakan oleh masyarakat sendiri. "Supaya masyarakat juga merasa memiliki fasilitas tersebut, soalnya nanti yang mengelola juga kelompok itu sendiri, sehingga kami harapkan berkelanjutan," tuturnya.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Kulonprogo Yuniar Wibowo menjelaskan tanpa peran masyarakat maka pembangunan air bersih tersebut tidak akan tahan lama. "Karena sumur bor atau sumber air yang ada ini kalau tidak dipelihara dengan baik akan cepat rusak, termasuk jaringan pipanya, perlu ada perawatan berkala," ungkapnya.
Peran masyarakat dalam pengelolaan instalasi air yang sudah dibangun, menurut Yuniar, juga berpotensi menggerakan ekonomi di wilayah tersebut. "Jika dikelola dengan baik tentu menggerakan ekonomi, yang jelas lebih murah daripada dropping. Lalu adanya akses air akan memudahkan dunia usaha juga," ucapnya.
Kebanyakan 64 kelompok pengelola air bersih di Kulonprogo, jelas Yuniar, berbentuk koperasi atau BumDes yang dikelola kalurahan. "Pemasukan untuk perawatan instalasi dan operasional ini dengan iuran warga, itu yang dikelola selama ini sehingga kami harap itu dapat terus ditingkatkan untuk warga sendiri," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.