Demo Warga Bantul Desak Dukuh Banyon Dicopot, Diduga Pungli Sertifikat
Demo warga Bantul menuntut dukuh Banyon dicopot setelah diduga melakukan pungli dan menggadaikan sertifikat tanah milik warga.
Sejumlah pemilik unit Apartemen Malioboro City menuntut surat legalitas kepemilikan, di depan eks kantor marketing Apartemen Malioboro City, Kamis (8/6/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah korban apartemen Malioboro City yang belum mendapatkan haknya mengajukan akan menggelar unjuk rasa dengan melibatkan massa dengan jumlah besar di tiga titik wilayah Jogja. Aksi itu nantinya akan diisi dengan penyampaian tuntutan agar hak mereka dipenuhi.
Para korban yang kini tergabung dalam Paguyuban Pemilik Apartemen Malioboro City Yogyakarta (PPAMCR) itu menyebutkan, aksi akan digelar di Kejati DIY, Polda DIY hingga Kantor Bupati Sleman untuk terus memperjuangkan hak mereka atas kepemilikan apartemen yang kurang lebih 10 tahun tidak ada kejelasan.
BACA JUGA: Eko Suwanto: Rakyat Berdoa MK Kabulkan Gugatan dan Penuhi Rasa Keadilan
Sekretaris PPAMCR Budijono mengatakan, pihaknya akan mengerahkan ratusan massa aksi dengan membawa berbagai atribut dan poster berisi tuntutan. Mereka juga akan menaiki truck trailer dalam road show aksi unjuk rasanya tersebut. Selama di perjalanan massa aksi akan terus berorasi menyampaikan tuntutan mereka.
"Kami akan tetap memperjuangkan hak para konsumen berupa Surat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS) yang sampai saat ini belum ada realisasinya," kata Budijono, Senin (22/4/2024).
Menurutnya, para korban kurang lebih sudah 10 tahun memperjuangkan hak-hak mereka untuk mendapatkan legalitas apartemen Malioboro City, tapi tidak ada kejelasan. Di sisi lain kasus yang telah satu tahun lebih dilaporkan ke Polda DIY ini belum juga mengalami perkembangan yang signifikan.
"Barang bukti sudah jelas ada, sudah banyak laporan polisi dari para korban apartemen Malioboro City, tetapi kasus ini sangat landai prosesnya. Kami berharap penegak hukum jangan lemah, tegakkan hukum dan jangan tebang pilih" ujarnya.
BACA JUGA: Korban Apartemen Malioboro City yang Laporkan Pengembang Ke Polda DIY Bertambah
Sekretaris PPAMCR Edi Hardiyanto menyatakan, aksi massa itu nantinya akan membuktikan bahwa semakin banyak korban yang telah melaporkan ke pihak Polda DIY yang merasa dirugikan oleh pengembang. Pihaknya mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas berbagai pihak yang terlibat dalam kasus itu.
"Aksi massa akan kami lakukan untuk menegakkan keadilan. Para korban mendesak Kapolda DIY turun tangan dalam mengusut tuntas dan menegakkan keadilan bagi korban Apartemen Malioboro City," katanya.
Pihaknya berharap agar Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X bisa turun tangan, membantu para korban Malioboro City mendapatkan haknya SHM SRS. Hal ini disebut guna memberikan kepastian hukum dan investasi di Jogja terjaga dengan optimal.
"Semoga Sultan HB X mendengarkan penderitaan kami yang selama ini telah berjuang untuk mendapatkan keadilan atas kasus Apartemen Malioboro City," pungkas Edi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo warga Bantul menuntut dukuh Banyon dicopot setelah diduga melakukan pungli dan menggadaikan sertifikat tanah milik warga.
Seorang satpam ditemukan meninggal di pos jaga perumahan di Kasihan, Bantul. Polisi menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 3 Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, Drive Thru, SIM MAMI, dan syarat perpanjangan SIM.
Evaluasi Kemendikdasmen menunjukkan 98 persen siswa lebih memahami materi berkat Papan Interaktif Digital dalam pembelajaran.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini, Jumat 3 Juli 2026, cerah di seluruh wilayah. Suhu Kota Jogja mencapai 31 derajat Celsius.
Jadwal SIM Keliling Sleman Jumat 3 Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, tanggal, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.