Pengiriman Chip HP Turun 15 Persen, Qualcomm & MediaTek Tersungkur
Pengiriman chipset smartphone global turun 15% di semester I-2026. Qualcomm dan MediaTek tertekan, Apple & Samsung naik. Simak analisis lengkap Counterpoint!
Foto ilustrasi pemilahan sampah botol plastik - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memastikan pembangunan tempat pembuangan sampah (TPS) sementara di Patihan, Gadingsari, Sanden, Bantul tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang ada.
Saat ini, Pemkab telah melakukan tahapan awal pembangunan dengan melakukan pembersihan lahan kas desa seluas 3.600 meter persegi yang hanya akan digunakan selama empat bulan tersebut.
"Saat ini tahapannya sudah sampai pembersihan lahan. Semua berjalan sesuai dengan rencana awal," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho, Rabu (24/4/2024).
Setelah pembersihan lahan, Bambang menyatakan tahapan selanjutnya adalah memastikan keberadaan TPS sementara dengan kapasitas 9.700 meter kubik itu siap digunakan dan tidak mencemari lingkungan, pada Mei 2024. Nantinya, sampah yang ada di TPS akan disemprot dengan eco lindi untuk mencegah bau dan lalat.
Selain itu, akan ada penutup berupa geomembran untuk mencegah air hujan membasahi sampah. Kemiringan dan bak penampungan air lindi juga diatur dan semua permukaan berlapis geomembran. Adapun anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan TPS sementara itu senilai Rp500 juta dari APBD Kabupaten Bantul.
"Kami juga telah melakukan sosialisasi dengan warga terkait dengan keberadaan TPS sementara tersebut," ucap Bambang.
Menurut Bambang, saat ini Pemkab terus berpacu untuk mempercepat pembangunan TPS sementara. Sebab, tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yakni di Modalan, Dingkikan, dan Bawuran belum rampung pembangunannya.
BACA JUGA: KPU Sleman Didugat oleh Vendor Snack KPPS yang Sempat Viral
Bambang mengungkapkan, sejauh ini tidak ada kendala terkait pembangunan TPS sementara di Gadingsari. Hal itu tidak lepas dari adanya hubungan yang saling menguntungkan antara Pemkab Bantul dan Pemkal Gadingsari.
Pemkal Gadingsari membutuhkan uruk untuk lokasi yang nantinya akan dibangun agrowisata di atas eks lahan TPSS. Sementara Pemkab membutuhkan lokasi TPSS sembari menunggu pembangunan 3 TPST yang saat ini tengah berjalan. "Pemkab juga akan menutup lokasi tersebut dengan paving blok setelah tidak digunakan," kata Bambang.
Lurah Gadingsari, Widodo mengungkapkan sejauh ini tidak ada kendala terkait dengan pembangunan TPS sementara di wilayahnya. Sejak awal, pihaknya memang menawarkan tanah kas desa yang berupa cekungan untuk dioptimalkan sebagai lokasi pembangunan TPS sementara.
"Ada sekitar enam hektare kami tawarkan. Untuk berapa yang digunakan, silakan tanya DLH. Termasuk teknisnya di DLH. Begitu juga proses pembangunan ada di DLH," kata Widodo.
Terkait dengan keinginan Pemkal Gadingsari untuk mengembangkan agrowisata di lokasi itu, diakui Widodo sudah lama dan telah disampaikan ke Pemkab Bantul. Dari hasil koordinasi, Widodo menyampaikan jika TPS sementara yang ada tersebut hanya akan beroperasi maksimal empat bulan. "Karena kapasitas dari lokasi yang berupa cekungan masih terbatas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengiriman chipset smartphone global turun 15% di semester I-2026. Qualcomm dan MediaTek tertekan, Apple & Samsung naik. Simak analisis lengkap Counterpoint!
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.