Putus 2 Tahun Diterjang Banjir, Jembatan Dodogan-Pokoh Diperbaiki
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad memberikan keterangan kepada wartawan soal potensi si bencana memasuki musim penghujan, Rabu (29/11/2023) (Harian Jogja/Yosep Leon Pinsker)
Harianjogja.com, JOGJA - BPBD DIY mengaku akan memperkuat mitigasi dan edukasi kepada masyarakat luas agar tidak membuang sampah ke sungai menyusul ditutupnya TPA Piyungan akhir bulan ini. Itu dilakukan untuk mencegah potensi banjir akibat meluapnya sungai lantaran tersumbat sampah.
Fenomena banjir akibat sampah yang menumpuk itu sempat melanda sejumlah titik di DIY pada Februari dan Maret lalu. Intensitas hujan yang cukup tinggi ditambah dengan tersumbatnya aliran ke sungai akibat banyaknya sampah yang dibuang ke selokan membuat banyak parit meluap dan banjir.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, pada 1 Mei mendatang Pemda DIY telah menerapkan desentralisasi sampah secara penuh untuk kabupaten kota wilayah setempat. Kesiapan sejumlah pihak harus didorong agar bisa mengolah sampah dengan metode masing-masing dan masyarakat tidak membuang sampah ke sungai dan parit atau selokan.
"Potensi masyarakat buang sampah ke sungai itu pasti ada dan saat hujan lebat banyak sungai meluap akibat tersumbat dan terjadi banjir," katanya, Kamis (25/4/2024).
BPBD DIY, kata Noviar akan menggencarkan edukasi agar masyarakat sadar untuk mengolah sampah secara mandiri. Khususnya di Kota Jogja yang disinyalir tingkat kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah masih kurang. Jangan sampai musim hujan yang masih berlangsung beberapa waktu ke depan semakin diperparah dengan sampah yang menumpuk di sungai.
"Fenomena itu bisa berakibat fatal yang berdampak pada tersumbatnya aliran air dan banjir," ujarnya.
Noviar mencatat, ada beberapa titik yang dilanda banjir akibat tersumbat sampah dan hujan deras beberapa waktu lalu di antaranya di Ringroad Utara, Condongcatur dan sejumlah wilayah di Kota Jogja. Padahal area itu disebutnya tidak tergolong rawan banjir, tetapi lantaran adanya tumpukan sampah menjadi meluap dan mengganggu aktivitas warga sekitar.
"Artinya kesadaran masyarakat perlu digugah lagi supaya membuang sampah yang benar. Depo sampah di Jogja kan banyak, ya dibuang di sana nanti akan dikelola Pemkot Jogja dengan metode pengolahan," ujarnya.
Noviar menambahkan, jika masih ditemukan adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan maka pihaknya tidak segan menindak dengan pidana ringan atau denda. Hanya saja pihaknya berharap disiplin masyarakat terbentuk dengan sendirinya untuk menjaga ketertiban dan kelestarian lingkungan masing-masing.
"Kami berharap upaya pendisiplinan soal sampah dilakukan juga, tetapi kesadaran masyarakat lah yang harus diutamakan. Jadi kami berharap bukan hanya aksi dari pemerintah tapi masyarakat juga sadar," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.