Gerindra Jaring Calon Wali Kota Jogja Lewat Komunikasi Intensif

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Sabtu, 27 April 2024 19:17 WIB
Gerindra Jaring Calon Wali Kota Jogja Lewat Komunikasi Intensif

Logo Partai Gerindra/istimewa

Harianjogja.com, UMBULHARJO - Satu persatu partai politik di Kota Jogja mulai melakukan penjaringan. Sebelumnya, Partai Golkar melakukan penjaringan dengan mekanisme pengambilan dan pengembalian berkas pendaftaran.

Penjaringan dengan mekanisme berbeda ditempuh oleh DPC Partai Gerindra Kota Jogja. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat menuturkan penjaringan dilakukan melalui komunikasi internal yang intensif. Komunikasi dilakukan kepada bakal calon yang punya minat maju dalam kontestasi Pilkada 2024 mendatang.

BACA JUGA: Pengusaha Bakpia Ramaikan Bursa Pilkada Jogja 2024

"Penjaringan itu tidak harus kemudian diformalkan, tapi penjaringan itu kami lakukan melalui komunikasi-komunikasi. Baik formal maupun informal, dengan beberapa kandidat," ujarnya.

Beberapa nama yang sejauh ini telah diajak berkomunikasi dari luar partai misalnya ada Muhammad Afnan Hadikusumo. Ada juga Heroe Poerwadi yang diwakili oleh jajaran Partai PAN.

"Dari teman-teman PAN menyampaikan keinginan untuk menyodorkan Pak Heroe sebagai calon wali kota dari PAN. PAN sangat berharap kemudian bisa berkoalisi bareng-bareng dengan Partai Gerindra," imbuhnya.

Sinar menambahkan penjaringan juga dilakukan dalam internal Partai Gerindra. Beberapa nama, misalnya ada Budi Waljiman, Krisma Eka Putra, dan Sinarbiyat Nujanat. Berkaitan dengan koalisi, Sinar memastikan komunikasi dengan parpol lain juga telah dilakukan. Prioritasnya yakni parpol yang mengantongi kursi di DPRD Kota Jogja.

"Kami juga sudah komunikasi dengan Nasdem, PAN, Golkar, dengan PKB. Tentu akan kami tindak lanjuti dengan partai-partai lain yang belum memberikan waktu untuk bisa komunikasi dengan Partai Gerindra," imbuhnya.

BACA JUGA: Alasan Gerindra Bantul Belum Buka Pendaftaran Penjaringan Pilkada

Dia mengatakan kondisi saat ini masih sangat cair sebab masih dalam tahap penjajakan dan komunikasi awal. Keputusan apapun bisa terjadi. Termasuk misalnya menggandeng nama Singgih Raharjo.

"Mungkin saya juga untuk minta waktu kesediaan beliau. Mungkin bisa ngobrol-ngobrol santai dengan kami. Sekedar penjajakan, sejauh mana keseriusan beliau. Apakah memang betul-betul beliau di dalam kontestasi Pilkada Kota Jogja ini. Ini yang perlu, kami ingin tahu kepastiannya," ungkapnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online