Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Jemaah calon haji mengikuti upacara pelepasan di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/5/2023)./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam waktu dekat, para calon jemaah haji akan berangkat ke tanah suci. Berbagai persiapan dilakukan, termasuk persiapan dari segi kesehatan. Kesehatan para calon jemaah haji turut dikawal oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja.
Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah menyebut persiapan kesehatan para calon jemaah haji bahkan dilakukan setahun sebelum keberangkatan. Calon jamaah haji telah menjalani skrining kesehatan. Ini sebagai langkah antisipasi ketika ditemui adanya keluhan kesehatan, sehingga calon jemaah haji masih punya waktu untuk memulihkan kesehatannya.
BACA JUGA: Jemaah Calon Haji Disarankan Bawa Obat-obatan
“Di tahun keberangkatan akan dicek ulang, sehingga harapannya jamaah haji itu bisa secara sehat dan bugar. Selain itu, juga kita lakukan pengukuran kebugaran jasmani, pemeriksaan posbindu bagi jamaah haji. Kami berupaya mengondisikan jamaah haji supaya sehat dan bugar,” jelas Lana, Jumat (10/5/2024).
Saat beribadah haji, jamaah akan bertemu dengan jemaah haji dari berbagai negara lainnya. Kondisi ini dapat menjadi potensi penularan penyakit. Untuk itu, Dinkes Kota Jogja turut memberi fasilitas terhadap pemberian berbagai jenis vaksinasi. Misalnya, vakinasi meningitis dan vaksin Covid-19.
Meski kini tak lagi ada aturan secara spesifik yang mewajibkan vaksinasi Covid-19 pada jemaah haji, tapi Dinkes tetap memberikannya. Paling tidak, jamaah haji harus mendapatkan vaksinasi Covid-19 sebanyak dua dosis dan akan lebih baik jika mendapat dosis booster.
“Kami sudah berulang kali melaksanakan vaksin di tahun ini untuk yang covid khususnya jemaah haji. Tapi juga terbuka juga untuk masyarakat di Januari, terakhir di Maret. Kita sampaikan agar tetap kita prepare. Kalau sudah divaksin paling tidak ada perlindungan karena di tanah suci,” ungkapnya.
BACA JUGA: Ini Daftar Vaksinasi Wajib bagi Jemaah Calon Haji Sebelum ke Tanah Suci
Selain kedua vaksin itu, Lana mempersilahkan kepada jemaah haji untuk menambah vaksin influenza. Vaksin ini tak secara langsung difasilitasi oleh Dinkes. Namun, masyarakat tetap dapat mengakses di faskes dengan biaya tambahan. Di sisi lain, Lana menuturkan calon jemaah haji dengan penyakit tidak menular menjadi perhatiannya. Misalnya, penderita hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung.
“Itu terkait dengan gaya hidup harus sehat, atur pola makan yang baik, gizi seimbang, olahraga juga. Kalau sakit pakai masker untuk melindungi diri kita dan orang lain kita gunakan masker. Lalu juga perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan pakai sabun. Saat ini sudah mulai kendor karena merasa aman padahal potensi (penyakit) masih banyak,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.