Warga Diimbau Bayar Pajak via Virtual Account, Hindari Penipuan
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.
Petani cabai di Dusun Pondok 2, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, mengalirkan air ke lahan miliknya, Senin (13/8/2018).Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menyalurkan beberapa pompa air untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Bantul.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo menyampaikan bantuan dari pemerintah pusat berupa 52 pompa air ukuran 3 inci dibagikan ke beberapa kelompok tani di Bantul. Pemberian pompa air itu untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Dia menuturkan pemberian pompa air tersebut ditujukan kepada petani lahan bero dan petani yang baru sekali atau dua kali menanam dalam setahun. Selain itu, pemberian pompa air tersebut juga mempertimbangkan ketersediaan sumber air di wilayah petani setempat.
BACA JUGA: Baru 25 Desa di Gunungkidul Ditetapkan sebagai Kalurahan Sadar Hukum
Dengan begitu, menurut Joko, di Bantul akan ada kenaikan tambah tanam dan luas panen.
"Kami berharap dengan begitu indeks pertanaman [IP] meningkat, yang tanam sekali bisa dua kali, yang tanam dua kali bisa tiga kali," katanya, Selasa (14/5/2024).
Dia menurutkan sebagian besar petani di Bantul telah menerapkan IP 200, IP 300, dan IP 400. Meski begitu menurutnya masih ad sebagain petani yang menerapkan IP 100.
"Untuk yang IP 100-200 kami menemukan ada 842,6 hektar dari beberapa titik tersebar di Bantul," ujarnya.
Karena itu, menurutnya masih diperlukan pompa air untuk mendukung produktivitas pertanian di sana.
Dia menuturkan dengan adanya 52 pompa air tersebut, saat ini pompa air yang diterima Pemkab Bantul tahun 2024 ada 87 unit. Dia berharap hingga akhir tahun 2024 jumlahnya dapat meningkat hingga seribu unit.
"Pompa air di Bantul ada lebih dari lima ribu unit, karena kita ada bantuan pompa dari beberapa kementerian. Tetapi karena kita daerahnya tersebar, kita terus mencari daerah yang masih membutuhkan pompa air," imbuhnya.
BACA JUGA: Viral Pelajar di Kota Jogja Tercebur Selokan Saat Serang Sekolah Lain, Begini Penjelasan Polisi
Sementara Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menuturkan Pemkab Bantul menempatkan sektor pertanian sebagai sektor prioritas. Hal itu karena sektor pertanian dipercaya akan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan.
Dia menuturkan pemberian pompa air pra panen tersebut digunakan untuk mendukung perluasan areal tanam (pat). Dia menuturkan Pemkab Bantul berupaya mendorong pat dengan menyediakan alat pertanian modern agar produktivitas pertanian lebih maksimal dan efisien. Sehingga kerugian dan gagal panen dapat diantisipasi.
"Sektor pertanian di Bantul merupakan sektor prioritas yang [perlu] didukung dengan anggaran yang semakin besar," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.
Sebanyak 9.000 onthelis dan onthelista dari berbagai penjuru Indonesia memeriahkan rangkaian International Veteran Cycle Association (IVCA) Rally
Rupiah melemah ke Rp17.717 per dolar AS dipicu ekspektasi suku bunga The Fed tinggi lebih lama dan sentimen geopolitik global.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.