WJNC 2026 Diperpanjang hingga Titik Nol, Target 60.000 Pengunjung
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.
Petani cabai di Dusun Pondok 2, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, mengalirkan air ke lahan miliknya, Senin (13/8/2018).Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menyalurkan beberapa pompa air untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Bantul.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo menyampaikan bantuan dari pemerintah pusat berupa 52 pompa air ukuran 3 inci dibagikan ke beberapa kelompok tani di Bantul. Pemberian pompa air itu untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Dia menuturkan pemberian pompa air tersebut ditujukan kepada petani lahan bero dan petani yang baru sekali atau dua kali menanam dalam setahun. Selain itu, pemberian pompa air tersebut juga mempertimbangkan ketersediaan sumber air di wilayah petani setempat.
BACA JUGA: Baru 25 Desa di Gunungkidul Ditetapkan sebagai Kalurahan Sadar Hukum
Dengan begitu, menurut Joko, di Bantul akan ada kenaikan tambah tanam dan luas panen.
"Kami berharap dengan begitu indeks pertanaman [IP] meningkat, yang tanam sekali bisa dua kali, yang tanam dua kali bisa tiga kali," katanya, Selasa (14/5/2024).
Dia menurutkan sebagian besar petani di Bantul telah menerapkan IP 200, IP 300, dan IP 400. Meski begitu menurutnya masih ad sebagain petani yang menerapkan IP 100.
"Untuk yang IP 100-200 kami menemukan ada 842,6 hektar dari beberapa titik tersebar di Bantul," ujarnya.
Karena itu, menurutnya masih diperlukan pompa air untuk mendukung produktivitas pertanian di sana.
Dia menuturkan dengan adanya 52 pompa air tersebut, saat ini pompa air yang diterima Pemkab Bantul tahun 2024 ada 87 unit. Dia berharap hingga akhir tahun 2024 jumlahnya dapat meningkat hingga seribu unit.
"Pompa air di Bantul ada lebih dari lima ribu unit, karena kita ada bantuan pompa dari beberapa kementerian. Tetapi karena kita daerahnya tersebar, kita terus mencari daerah yang masih membutuhkan pompa air," imbuhnya.
BACA JUGA: Viral Pelajar di Kota Jogja Tercebur Selokan Saat Serang Sekolah Lain, Begini Penjelasan Polisi
Sementara Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menuturkan Pemkab Bantul menempatkan sektor pertanian sebagai sektor prioritas. Hal itu karena sektor pertanian dipercaya akan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan.
Dia menuturkan pemberian pompa air pra panen tersebut digunakan untuk mendukung perluasan areal tanam (pat). Dia menuturkan Pemkab Bantul berupaya mendorong pat dengan menyediakan alat pertanian modern agar produktivitas pertanian lebih maksimal dan efisien. Sehingga kerugian dan gagal panen dapat diantisipasi.
"Sektor pertanian di Bantul merupakan sektor prioritas yang [perlu] didukung dengan anggaran yang semakin besar," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.
Suyudi Ario Seto diusulkan menjadi calon Kapolri. Simak harta kekayaan, profil, pendidikan, dan perjalanan kariernya.
Harga BBM Pertamina 1 Oktober 2026 masih sama seperti September. Cek harga Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan BBM lainnya.