BPBD DIY Petakan Potensi Bencana di Kawasan Sumbu Filosofi

Yosef Leon
Yosef Leon Kamis, 16 Mei 2024 13:27 WIB
BPBD DIY Petakan Potensi Bencana di Kawasan Sumbu Filosofi

Kawasan sisi dalam Plengkung Gading yang berada di beteng Kraton Jogja. Foto diambil Kamis (17/6/2022). /Harian Jogja-Sunartono.

Harianjogja.com, JOGJA - BPBD DIY memetakan sejumlah potensi bencana yang ada di kawasan Sumbu Filosofi menindaklanjuti rekomendasi Unesco setelah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Pemetaan itu bertujuan untuk menyusun rencana manajemen risiko kebencanaan di kawasan setempat. 

Kepala BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Kementerian Kebudayaan dalam menyusun dokumen itu dan didukung oleh Bank Dunia. Setelahnya, akan digelar pelatihan kepada sumber daya manusia (SDM) bagi segenap pemangku kepentingan yang ada di kawasan sumbu filosofi. 

"Hasil kajian kami sementara di sepanjang sumbu filosofi ada beberapa potensi bencana yang punya potensi cukup tinggi pertama terkait kebakaran, gempa dan bencana lainnya," katanya, Kamis (16/5/2024). 

Selanjutnya terhadap bangunan cagar budaya yang ada di sepanjang kawasan itu juga dilakukan assesment terkait apa yang harus dilakukan terhadap bangunan itu. Khusus untuk Kraton Yogyakarta, minggu depan pihaknya juga bakal melakukan simulasi kebencanaan kepada para abdi dalem. 

"Kemudian bulan depan ada lima tempat di sumbu filosofi, kami juga akan melakukan simulasi kebencanaan," ujarnya. 

BACA JUGA: UNESCO Resmi Jadikan Sumbu Filosofi Jogja sebagai Warisan Budaya Dunia

Menurut Noviar, potensi kebakaran di Sumbu Filosofi cukup tinggi lantaran area itu bangunannya cukup padat. Nantinya, juga bakal dilakukan assesment terhadap instalasi listrik yang ada di sepanjang sumbu filosofi. Pun demikian dengan adanya pedagang yang beraktivitas di sana juga punya risiko menimbulkan terjadinya kebakaran. 

"Tidak hanya rekomendasi, jadi dalam dokumen muncul siapa melakukan apa. Misal terkait Dinas Kebudayaan, bagaimana mengamankan aset cagar budaya dari ancaman bencana, apa yang harus dilakukan termasuk misalnya UMKM kan juga banyak di sepanjang sumbu filosofi," terangnya. 

BPBD DIY nantinya juga bakal melengkapi plang petunjuk untuk mitigasi bencana di Sumbu Filosofi. Misalnya titik kumpul, sistem, serta pemandunya. "Karena tidak mungkin ketika terjadi bencana, maka semua orang akan menjadi komando. Harus ada yang dimunculkan, komando ini ada di siapa, kemudian terkait logistik juga," pungkas Noviar. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online