Dinkes Bantul Pastikan Belum Ada Temuan Influenza A di Bumi Projotamansari
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Foto ilustrasi. /Solopos-Ivanovich Aldino
Harianjogja.com, JOGJA—Wacana penghilangan separator dan u turn di Jalan Ringroad terus dibahas sejumlah pihak. Rencana ini bertujuan meminimalkan kecelakaan lalu lintas yang tinggi di kawasan itu. Pembahasan dengan melibatkan pakar sudah dilaksanakan dan hari ini tim sudah meninjau bagian mana yang nantinya akan dihilangkan.
Plh Kepala Dinas Perhubungan DIY Sumariyoto mengatakan dalam rapat bersama ahli beberapa waktu lalu wacana penghilangan separator itu tidak jadi dilakukan. Sebab, menurut pakar saat separator ada saja banyak kecelakaan apalagi jika dihilangkan. Untuk itu direkomendasikan agar separator tetap ada di Jalan Ringroad.
"Uji cobanya juga dibatalkan, justru yang berkembang akan menutup u turn yang berpotensi menimbulkan kecelakaan," katanya, Kamis (16/5/2024).
Menurut Oyot, sapaannya, jika ingin mengoptimalkan keselamatan pengendara terutama sepeda motor alangkah baiknya jika semua u turn dihilangkan saja. Namun demikian akibatnya tentu akan mengganggu akses pengguna jalan. Oleh karenanya perlu kajian yang matang sebelum kebijakan itu diterapkan.
"Kalau mau selamat ya ditutup semua u turn itu. Cuma aksesnya kan agak terganggu. Ya semua u turn nanti dikaji kembali bagaimana efektivitasnya," jelas dia.
Baca Juga
Proyek Pembangunan Tol Jogja Solo Rambah Kawasan Ringroad Utara Mulai Juni 2024
Pembongkaran Separator Ring Road Dinilai Bahayakan Pengendara, Begini Penjelasan Pakar
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DIY Rizki Budi Utomo menjelaskan peninjauan untuk penutupan u turn itu sudah dilaksanakan tadi pagi sampai siang mulai dari Janti ke selatan sampai ke Gamping dan lanjut ke Ringroad Barat. Total ada sebanyak 171 u turn dan separator yang ada di Jalan Ringroad berdasarkan data Polda DIY yang dikaji untuk dihilangkan.
"Dari Polda kan memang memberikan usulan kepada masyarakat apa dihilangkan atau dirapikan atau bagaimana? Sudah didatangkan tenaga ahli dan mereka menyarankan untuk identifikasi dulu," kata Rizki.
Menurutnya, tipologi kecelakaan yang terjadi di Jalan Ringroad kebanyakan karena kendaraan memutar di u turn. Sementara untuk separator memang berfungsi untuk meminimalkan kecelakaan dan mengoptimalkan keselamatan. Sebab separator memang berfungsi sebagai jalur pemisah antara sepeda motor dan mobil yang memiliki kecepatan berbeda.
"Kecepatan maksimal di tiap jalur itu kan beda, 60 km per jam untuk jalur cepat sama 40 km per jam. Jadi mereka terlindungi, makanya motor kalau masuk jalur cepat salah. Sekarang kan masih berproses pembahasannya untuk menutup u turn dan akan ditempatkan pada porsi yang berkeselamatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 4 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Kemkomdigi menilai notifikasi masa aktif belum cukup melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet pelanggan sesuai amanat putusan MK.