Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Sapi, hewan kurban - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman memastikan belum bisa memenuhi kebutuhan hewan kurban secara mandiri. Pasalnya, hingga sekarang masih membutuhkan pasokan dari daerah lain.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan sama seperti penyelenggaraan Hari Raya Kurban di tahun-tahun sebelumnya, hingga sekarang belum bisa memenuhi kebutuhan hewan kurban secara mandiri. Hal ini dikarenakan jumlah ketersediaan masih di bawah kebutuhan yang ada.
Ia mencontohkan untuk sapi, diperkirakan membutuhkan sebanyak 9.600 ekor. Namun, berdasarkan pendataan yang dilakukan, ketersediaan baru sebanyak 3.892 ekor.
Hal yang sama juga terlihat dari jenis domba. Kebutuhan korban diperkirakan mencapai 2.700 ekor, tapi ketersediaannya baru 1.468 ekor.
“Untuk kambing juga sama. Yang tersedia asal Sleman lebih sedikit ketimbang dengan kebutuhan untuk Kurban,” kata Pram, sapaan akrabnya, Minggu (19/5/2024).
Menurut dia, kondisi ini sudah berlangsung lama. Meski demikian, Masyarakat diminta tidak khawatir dikarenakan kekurangan hewan kurban akan dipenuhi dengan berbagai cara.
Selain mendatangkan ternak dari daerah lain, juga ada kurban hingga pelaku usaha ternak lainnya. “Kondisinya masih sama dengan pelaksanaan Kurban tahun-tahun sebelumnya. Banyak hewan yang didatangkan dari luar daerah untuk memenuhi pemotongan hewan Kurban,” katanya.
BACA JUGA: Sejak 2023 Rotasi Bumi Melambat dan Hari Menjadi Panjang, Diperkirakan hingga 2025
Di sisi lain, Pram mengakui setiap tahunnya terus berubah-ubah. Sebagai gambaran, di 2023, ada 10.110 ekor sapi, 12.412 ekor domba dan 2.446 kambing yang disembelih.
Adapun tahun lalu dari total 2.664 lokasi penyembelihan ada 9.432 ekor sapi, 12.003 ekor domba dan 2.603 kambing yang disembelin untuk perayaan Iduladha. “Sama seperti penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, kami nantinya akan melakukan pemantauan agar pelaksanaan Kurban dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Jelang perayaan Iduladha yang kian dekat, Dosen Fakultas Peternakan UGM, Panjono mengingatkan masyarakat maupun panitia kurban agar bisa merawat dengan baik sapi kurban yang telah dibeli jauh hari.
“Jangan sampai setelah dibeli dan dipelihara sapi justru menurun kondisi tubuhnya atau bahkan jatuh sakit,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan sebelum membeli hewan kurban harus dipastikan kesehatannya. Ia mencontohkan, untuk mengetahui sapi yang sehat dapat dilihat dari fisik dan tingkat lakunya.
Ciri fisik sapi Kurban yang sehat moncongnya segar, bersih, tidak berbuih, tidak berbau, dan tidak terlihat adanya luka. Bagian tracak kaki sapi yang sehat bentuknya menyerupai tempurung kelapa tertelungkup atau dalam Bahasa Jawa disebut mbathok.
“Sapi yang sehat di pantat maupun anus bersih dan tidak ada tanda-tanda mencret. Dari sisi mata juga terlihat berbinar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.