Beri Opsi Pengendara Saat Proyek Tol di Tengah Ring Berlangsung, Rambu Akan Dipasang di Sejumlah Titik

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Kamis, 06 Juni 2024 18:27 WIB
Beri Opsi Pengendara Saat Proyek Tol di Tengah Ring Berlangsung, Rambu Akan Dipasang di Sejumlah Titik

Suasana proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 di Tirtoadi pada Kamis (6/6/2024).Catur Dwi Janati/Harian Jogja

Harianjogja.com, SLEMAN—Rambu-rambu pemberitahuan adanya konstruksi Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman di area ring road utara bakal diperbanyak. Skema ini dipilih untuk memberi opsi pengendara menghindari area proyek dan menempuh rute lain saat proyek berjalan.

Penggarapan pilar penyangga tol melayang di atas ring road dijadwalkan akan masuk area ring road pada pertengahan Juni nanti. Proyek yang digarap di sebelum dan sesudah simpang Kronggahan itu akan memakan jalan selebar 12 meter di tengah ring road.

Humas PT. Adhi Karya pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto mengungkapkan pihak tol akan melakukan pemasangan rambu-rambu di sejumlah titik sebelum proyek masuk ke area tengah ring road. Tak terkecuali di sekitar Jl. Kabupaten-Kronggahan yang diprediksi volume kendaraannya akqn terdampak selama pembangun borepile di tengah ring road berlangsung.

"Kalau kami bisa ngasih rambu-rambu sebelum itu. Memperbanyak pemberitahuan kalau ada proyek strategis nasional sedang pengerjaan di ring road, mohon mengambil/mencari alternatif jalan lain. Imbauan-imbauan seperti itu," kata Agung pada Kamis (6/6/2024).

Agung menjelaskan pihak tol tidak punya kewenangan untuk merekayasa lalu lintas. Karenanya pendekatan lewat penambahan rambu yang bakal diambil oleh pihak tol selama proyek dilangsungkan. "Kalau kami kan enggak bisa, kewenangan rekayasa lalu lintasnya bukan ada di kita," lanjutnya.

Baca Juga

Tol Jogja-Solo: Melayang di Atas Ringroad Utara, Ini 4 Titik Exit Toll Ruas Maguwo-Trihanggo

Proyek Tol Dijadwalkan Masuk Ring Road Juni, Dishub Sleman Prediksi Dua Jalur Terdampak

Pertengahan Juni Proyek Tol Masuk Ringroad, Utilitas Jalan Terlebih Dahulu Akan Dipindah

Kendati demikian ketika nanti beban kerja proyek besar, misalnya jika kontraktor perlu mendatangkan crane, bisa jadi ada pengalihan truk besar. "Tapi itu nanti, ini cuma gambaran belum tertuang dalam bentuk final action plan," imbuhnya.

Tak hanya di seputaran Jl. Kabupaten-Kronggahan, rambu-rambu pemberitahuan adanya konstruksi tol di tengah ring road rencananya juga bakal diinstal sejak jauh-jauh dari lokasi proyek. Di antaranya di pertigaan Maguwoharjo dan maupun Jl. Wates. Dua titik itu bisa memberi pilihan untuk pengendara melewati jalur ring road selatan yang tidak ada konstruksi proyek.

"Betul, pasti itu nanti kita lakukan. Nanti Departemen K3 kita akan memperbanyak itu [rambu] untuk mengambil jalan alternatif dengan cara memberitahukan. Jadi para pengemudi itu dari jauh sudah tahu gambarannya," tutur Agung.

Terkait dengan rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan dalam forum lalu lintas sebelum proyek tol masuk ring road, Agung mengatakan bila kemungkinan pertemuan tersebut akan digelar pekan depan. Pengembang tol tengah menyusun garis waktu dan jenis-jenis pengerjaannya, baik pra dan saat proyek berlangsung.

Sebelumnya Kepala Dishub Sleman, Arip Pramana memprediksi ada dua ruas jalan di bawah kewenangan kabupaten yang akan terdampak pengerjaan proyek tol di ring road Trihanggo. Dua jalan tersebut yakni Jl. Kabupaten yang mengarah ke selatan dan Jl. Kronggahan yang mengarah ke selatan.

Sehari-hari ruas Jl. Kabupaten-Kronggahan menjadi salah satu jalan penting bagi aktivitas masyarakat. Jalur ini merupakan jalur menuju RSA UGM dan rute alternatif ke area Pemkab Sleman.

"Beban utamanya pasti yang terdampak berat itu yang Jl. Kabupaten RSA ke utara. Harapan kami nanti betul-betul menjadi fokus pengaturan lalu lintasnya di situ. Karena kalau panjang antrean nanti semakin [panjang], belum itu ada keluar masuk rumah sakit, belum depannya ada distributor air mineral, minyak, gandum," ujarnya.

Apalagi Ruas Jl. Kabupaten-Kronggahan sendiri tidak terlalu panjang dan terdapat APILL di tiap ujungnya. Arip berharap tidak ada antrean kendaraan di jalur ini saat proyek berlangsung.

"Ruas tidak panjang, ada Lalin [APILL] dan kondisi jalannya mendekati simpang itu udah agak itu [rusak]. Sehingga memang nanti kita lihat seberapa besar pengaturan lalu lintasnya," tandasnya.

Peningkatan volume kendaraan di Jl. Kabupaten-Kronggahan bisa diurai dengan skema lalu lintas yang tepat. Instalasi rambu-rambu dinilai penting dilakukan untuk mengurai volume kendaraan yang melintas di sekitar lokasi proyek.

"Utamanya perambuan, bahkan kalau dari arah Tempel itu sudah mulai ada pekerjaan pondasi untuk yang tol atas sehingga terjadi penyempitan dan sebagainya itu harus diinformasikan sejak awal ke masyarakat. Sehingga ada pilihan," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online