Persiapan Paskah, Gereja Kotabaru Disterilisasi
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Peletakan batu pertama menandai pembangunan Puskesmas Pakualaman, Jumat (7/6/2024)--Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Puskesmas Pakualaman yang sebelumnya berlokasi di Jalan Jayeng Prawiran No.13, Purwokinanti akan direlokasi dalam waktu dekat. Ini dilakukan Pemkot Jogja lantaran lokasi puskesmas tersebut yang tak lagi representatif.
Di satu sisi, perluasan tak bisa dilakukan mengingat keterbatasan lahan. Namun, di sisi lain Puskesmas Pakualaman perlu melakukan peningkatan pelayanan. Pemkot Jogja lantas menyiapkan lahan baru untuk dilakukan pembangunan Puskesmas Pakualaman. Tepatnya, di Jalan Purwanggan, Purwokinanti.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menuturkan pembangunan Puskesmas Pakualaman menjadi salah satu proyek strategis Pemkot Jogja pada 2024. Pembangunan akan dilaksanakan selama 180 hari. Ditargetkan bangunan puskesmas akan siap digunakan pada November mendatang. Pembangunan, lanjutnya, menelan anggaran DAK APBN sebesar Rp 6,386 miliar. "Gedung akan dibangun dua lantai dengan luas bangunan 987 meter persegi," katanya saat ditemui, Jumat (7/6/2024).
Emma menambahkan, nantinya Puskesmas Pakualaman akan dilengkapi dengan fasilitas tambahan. Salah satunya adalah Ambulans Emergency. Puskesmas Pakualaman bukan satu-satunya yang dibangun tahun ini. Emma menuturkan, Puskesmas Kraton juga akan direlokasi. "Semuanya relokasi karena memang sudah tidak memungkinkan. Tetapi yang Puskesmas Kraton baru masuk proses lelang," ujar dia.
BACA JUGA: Dinas Kesehatan Bantul Segera Aktifkan Puskesmas Pembantu
Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto turut hadir untuk melakukan prosesi peletakan batu pertama. Sugeng mengatakan pembangunan puskesmas ini diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Ini juga upaya untuk mewujudkan komitmen Pemkot Jogja untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan menjadikan masyarakat sehat.
"Pemenuhan sarpras serta ketenagaan sangatlah penting, untuk setiap puskesmas yang terbangun, agar pelayanan masyarakat di wilayah kerja puskesmas menjadi maksimal. Puskesmas sebagai Fasyankes, digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif di wilayah kerjanya," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta