Peh Cun 2024 Kembali Digelar di Parangtritis, Jadi Daya Tarik Wisata Religi

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Minggu, 09 Juni 2024 07:37 WIB
Peh Cun 2024 Kembali Digelar di Parangtritis, Jadi Daya Tarik Wisata Religi

Kelompok kesenian barongsai Naga Selatan dari Yogyakarta mengikuti Festival Barongsai Yogyakarta pada puncak acara Peh Cun beberapa waktu lalu di Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul./ Harian Jogja/Desi Suryanto

Harianjogja.com, BANTUL—Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC) sebagai organisasi pelestari sosial budaya gabungan dari 14 paguyuban Tionghoa di Jogja menggelar Peh Cun di Pantai Parangtritis pada Minggu (9/6/2024) hingga Senin (10/6/2024).

Humas dan Publikasi Peh Cun 2024, Gutama Fantoni menjelaskan Peh Cun digelar d Pantai Parangtritis karena lokasi tersebut dikenal menjadi tempat religi dan banyak dikunjungi wisatawan. Perayaan Peh Cun awal mula diadakan pada 1999 secara sederhana. Seiring berjalannya waktu semakin meriah dengan banyak hiburan menarik minat masyarakat untuk datang menyaksikan. 

BACA JUGA  Catat! Peh Cun Digelar di Pantai Parangtritis Mulai Besok

"Kami berharap perayaan Peh Cun di Pantai Parangtritis menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk religi," katanya, Minggu (9/6/2024).

Peh Cun 2024 diadakan sebagai upaya mengingat dan meneladani jiwa patriotisme serta cinta tanah air dari seorang mentri kerajaan Tiongkok kuno. Perayaan tersebut diperingati setiap tanggal 5 bulan lima penanggalan Imlek dan dirayakan tidak hanya di negara asalnya saja.

Perayaan Peh Cun saat ini telah menjadi daya tarik pariwisata, khususnya sebagai wisata religi sejak tahun 1950-an. Perayaan Peh Cun sudah mulai diterima dan ditunggu masyarakat karena dapat meningkatkan kunjungan pariwisata daerah. Acara ini mendapat dukungan tidak hanya dari Dinpar Bantul, tapi juga Dinpar DIY.

Hari pertama Peh Cun 2024 akan diisi dengan penampilan Liong tradisional dan barongsai LDS Hoo Hap Hwee, Taiji dari Hoo Hap Hwee, Tari-tarian dari paguyuban Hoo Hap Hwee, PSMTI, Perhimpunan Fuqing dan Paguyuban Bhakti Putera. Kemudian pada hari kedua akan ada pertunjukan Kesenian Jatilan Mega Mendung dari Bantul, sembahyang Peh Cun dan mendirikan telur.  

"Dengan perayaan ini, kami generasi muda semakin mengenal dan peduli serta mau melestarikan budaya, selain itu masyarakat umum semakin mengenal seni dan budaya yang ada di Indonesia," katanya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online