Dorong Pemberdayaan, Masyarakat Difasilitasi Pelatihan Pengolahan Kakao

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 13 Juni 2024 06:37 WIB
Dorong Pemberdayaan, Masyarakat Difasilitasi Pelatihan Pengolahan Kakao

Tanaman Kakao - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengolahan kakao dengan produk dodol kakao dan minuman cokelat 3 in 1 di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Nglanggeran, Patuk, Rabu (12/6/2024) hingga Kamis (13/6/2024). Bimtek ini merupakan bentuk fasilitasi agar ada diversifikasi produk kakao. Tujuan akhirnya, pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan keberadaan TTP Nglanggeran mengacu pada desain awalnya memang diperuntukkan sebagai sarana edukasi dan diseminasi teknologi olahan kakao bagi masyarakat umum dan khususnya bagi pelaku usaha kakao, sehingga akan mendapatkan tambahan pengetahuan tentang olahan kakao yang berkualitas dan higenis.

BACA JUGA : Gunungkidul Fokus Mengembangkan Kakao dan Kopi

Kakao meski bukan komoditas utama pertanian di Gunungkidul seperti tanaman pangan, namun kakao menjadi komoditas unggulan. Luasan lahan kakao sekitar 1.000 hektar yang tersebar di Patuk, Karangmojo, Playen, Ponjong, dan Nglipar. Harga biji kakao setelah proses fermentasi cukup menjanjikan mencapai Rp170.000 per kilogram (kg).

Adapun kegiatan itu diselenggarakan dengan APBD 2024. Ada 20 peserta yang berasal dari tenaga pendidik sejumlah sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA dan SMK).

“Dinas Pertanian dan Pertanian terbuka kepada siapa saja yang ingin belajar olahan kakao di TTP,” kata Raharjo dihubungi, Rabu (12/6/2024).

Kepala UPT TTP Nglanggeran, Sugiyanto mengatakan bimbingan teknis pengolahan cokelat adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan secara singkat kepada para guru SMK Jurusan Tata Boga atau sederajat dalam pembuatan dodol cokelat dan minuman cokelat 3 in 1.

“Harapan kami, setelah selesai bimtek, ilmu yang didapat bisa disampaikan kepada peserta didik dalam rangka untuk menyiapkan para wirausahawan muda,” kata Sugiyanto.

Apabila ada sekolah yang ingin praktik membuat produk turunan cokelat, mereka dapat meminta bahan baku ke UPT TTP Nglanggeran baik cocoa powder maupun cocoa butter.

Ketua BUMDes Nglanggeran, Ahmad Nasrodin mengatakan ada lahan sekitar 10,5 hektar yang ada di Kalurahan Nglanggeran dengan 4.000 pohon kakao yang mampu memproduksi hingga 20 ton kakao per tahun. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online