60 Juleha Kulonprogo Ikuti Pelatihan Penyembelihan

Triyo Handoko
Triyo Handoko Kamis, 13 Juni 2024 18:27 WIB
60 Juleha Kulonprogo Ikuti Pelatihan Penyembelihan

Suasana praktik langsung penyembelihan halal untuk peserta pelatihan Juleha yang diselenggarakan Kemenag dan Baznas Kulonprogo pada, Kamis (13/6/2024). Dok Kemenag Kulonprogo

Harianjogja.com, KULONPROGO--Sebanyak 60 orang juru sembelih hewan atau Juleha yang nantinya akan bertugas saat Iduladha mendapat pelatihan penyembelihan halal oleh Kemenag dan Baznas Kulonprogo. Tak hanya pelatihan, puluhan Juleha ini juga diajarkan praktik langsung penyembelihan halal.

Semua Juleha juga berstatus takmir masjid yang tersebar di Bumi Binangun yang mengikuti pelatihan itu pada Kamis (13/6/2024). Kepala Kemenag Kulonprogo, Wahib Jamin menerangkan penyembelihan hewan kurban sesuai syariat diperlukan agar hasilnya nanti halal seutuhnya.

Wahib menerangkan pelatihan itu juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya produk halal. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar bimbingan teknis, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan penyembelihan hewan berkaki empat sesuai dengan syariat,” lanjutnya.

BACA JUGA: Iduladha, Dinas Pertanian Kulonprogo Bentuk Tim Pemantau Kesehatan Hewan

Kualitas produk dan sertifikasi halal dari hasil kurban, jelas Wahib, akan meningkatkan kepercayaan publik dan menaikan nilai dari sebuah produk. “Produk halal saat ini merupakan suatu kebutuhan bagi setiap manusia, hal ini dianggap sebagai life style bagi semua termasuk kepada orang asing. Dengan adanya ada label halal pada sebuah produk maka akan lebih meningkatkan nilai produk itu sendiri,” paparnya.

Sementara itu Ketua Baznas Kulonprogo, Alfanuha Yusida menyampaikan pelatihan itu tidak terbatas untuk keperluan kurban saja, tapi dapat dimanfaatkan lebih luas sesuai kebutuhan para peserta. "Pelatihan ini diawali dengan penjelasan secara teori dan dilanjutkan praktik langsung, semuanya dilakukan agar pemahamannya benar-benar komprehensif dan terampil dalam praktiknya," paparnya.

Praktik dalam pelatihan Juleha itu, jelas Alfanuha, menggunakan dua ekor kambing sebagai latihan praktiknya. "Sumber pendanaanya dari zakat, infaq, shodaqoh masyarakat luas lewat Baznas, artinya ini dari masyarakat untuk masyarakat sendiri," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online