8 Warga Sleman Siap Transmigrasi ke Sulawesi, Tinggal Tunggu Jadwal
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Ilustrasi khotbah./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Gunungkidul menegaskan bahwa khatib salat Iduladha tidak boleh membawa urusan politik praktis dalam khotbah.
Kasi Bimas Islam Kankemenag Gunungkidul, Zuhdan Aris mengatakan materi khotbah harus diarahkan pada upaya persatuan dan kesatuan bangsa melalui sikap toleransi. Sikap toleransi dapat diupayakan melalui khotbah. “Materi khotbah tidak boleh berbau politik praktis,” kata Zuhdan dihubungi, Jumat (14/6).
Meski begitu, Kankemenag Gunungkidul membebaskan panitia Iduladha atau khatib untuk memilih materi khotbah selain politik praktis. Tema khotbah setidaknya mendasarkan pada lokalitas wilayah.
Apabila ada khatib yang membawa materi politik praktis, maka Kankemenag akan memindak bersama dengan pihak-pihak yang berkepentingan.
Zuhdan menyampaikan ada sekitar 1.004 titik pelaksanaan salat Iduladha. Dari jumlah itu, jemaah yang akan mengikuti salat mencapai 1.268.330 orang.
Di Kapanewon Wonosari, beberapa tempat yang menjadi lokasi pelaksanaan salat Iduladha antara lain Alun-alun Wonosari, Lapas Kelas IIB Wonosari, dan Stadion Handayani. Sedangkan di Paliyan antara lain di Masjid Aolia, Lapangan Pampang, dan Lapangan Grogol.
BACA JUGA: Terima Ratusan Permintaan Hewan Kurban, Pemkb Gunungkidul Salurkan Ribuan Ekor Kambing
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono mengatakan pelaksanaan Hari Raya Iduladha perlu mengedepankan kelestarian lingkungan. Hal ini juga telah disampaikan dalam Surat Edaran (SE) No. 2/2024 Tahun 2024.
Beberapa ajakan dalam SE itu antara lain mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan alas salat yang dapat dipakai ulang dan hindari penggunaan alas salat sekali pakai untuk menghindari timbulan sampah.
Selain itu, Pemkab Gunungkidul meminta agar panewu dan lurah menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah seperti tempat sampah terpilah dan alat pengumpul sampah terpilah di lokasi pelaksanaan salat Iduladha.
Panewu dan lurah juga perlu melaksanakan pengumpulan dan pengangkutan sampah di lokasi pelaksanaan salat Iduladha dan menyediakan satuan tugas khusus di lapangan yang menangani sampah sekaligus sebagai tenaga kampanye dan edukasi publik dalam pengurangan sampah plastik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Cangkringan mengevaluasi empat standar layanan publik dan mendorong inovasi serta masukan warga untuk memperbaiki pelayanan.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
SPLP Komdigi telah memproses 19,8 juta transaksi Perlinsos Digital yang mencakup 5,4 juta KK hingga 28 September 2026.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.